Catatan Hadi Nur » 2007 » June

Archive for June, 2007

Sang Profesor

Sunday, June 17th, 2007

Ilmu padi, semakin berisi semakin menunduk.  Itulah kesan yang saya perolehi ketika berjumpa dengan seorang profesor di Osaka University. Beliau juga sangat menghargai saintis-saintis muda, dan memberi peluang kepada mereka untuk maju. Ketika saya berkunjung ke laboratorium beliau, yang dilengkapi dengan fasilitas yang sangat lengkap, selama satu minggu, saya juga mendapatkan kesan bahwa beliau sangat disegani bukan hanya oleh mahasiswa beliau, tetapi juga oleh kawan-kawan beliau.  Prestasi dan prestise adalah dua perkataan yang pernah saya sebutkan sebelum ini dalam blog ini.  Kadangkala kita terlalu gerah untuk mengejar prestise dan melupakan prestasi.  Dengan memanfaatkan “kelemahan” sistem yang ada, banyak diantara kita yang dengan mudah mendapatkan prestise yaitu gelar akademik yang tidak mencerminkan adanya prestasi akademik yang baik.  Pada zaman ini, dengan teknologi komunikasi yang ada, prestasi akademik seseorang atau universitas dengan sangat mudah dinilai oleh orang lain.  Adalah sangat memalukan dan akan merendahkan prestise sebuah universitas jika gelar akademik diberikan kepada seseorang yang tidak mempunyai prestasi akademik yang baik. Menurut pendapat saya, profesor adalah sebuah ‘institusi’, karena dari sinilah ilmu pengetahuan berkembang. Bagaimana ilmu pengetahuan akan bisa berkembang jika ’institusi’ ini tidak memiliki prestasi akademik yang baik, bahkan menghasilkan ‘produk’ ilmiah seperti  publikasi ilmiahpun tidak mampu.  

Hal lain yang saya banyak belajar dengan profesor di Jepang adalah; mereka sangat mementingkan proses dibandingkan hasil.  Mereka sangat memperhatikan kualitas dari proses tersebut.  Hasil yang baik akan akan dihasilkan oleh proses yang baik.  Dengan gelar profesor yang didapatkan dengan prestasi akademik yang baik, proses pembelajaran dari pembimbing kepada mahasiswa akan berlangsung dengan baik.  Bagaimana proses pembelajaran ini dapat berlangsung jika sang Profesor-pun tidak mengerti dengan penelitian yang dibuat oleh mahasiswanya.  Bahkan, mahasiswa tersebutlah yang membuat proposal penelitian (dengan idenya sendiri) sampai mempublikasikan hasil penelitian tersebut.  Sang pembimbing dengan kekuasaannya telah memaksa untuk meletakkan namanya sebagai penulis utama dari publikasi tersebut, supaya cita-citanya untuk meraih prestise akan lebih mudah dicapai. Yang lebih parah lagi, dia akan marah jika mahasiswanya dengan tidak sengaja  terlupa memanggilnya dengan gelar yang disandangnya tersebut.   

Universitas yang hebat adalah universitas yang memiliki profesor dengan prestasi akademik yang baik … Itulah indikator yang paling mudah untuk menilai sebuah universitas.

Belajar bagaimana menghargai pekerjaan dan orang lain

Friday, June 8th, 2007

Sekarang saya berada di Osaka University, mengunjungi Research Center for Solar Eergy Chemistry. Saya dijemput oleh Ng Yun Hau, bekas mahasiswa MSc saya di Universiti Teknologi Malaysia yang sekarang adalah mahasiswa PhD di Osaka University. Hari ini adalah hari ke 6 saya berada di Jepang setelah satu minggu menghadiri The 11th World Conference on Titanium di Kyoto.  Dengan jelas saya melihat kemajuan akademik yang telah dicapai oleh mereka yang berasal dari negara-negara maju.  Sudah banyak analisis yang telah dikemukakan oleh para penganalisis kenapa mereka maju, kenapa kita tidak. Apa yang saya lihat dengan jelas adalah bahwa mereka “paham bagaimana menghargai pekerjaan” dan  ”paham bagaimana menghargai orang yang menghasilkan pekerjaan tersebut“.  Baru saja saya diajak berkeliling untuk melihat fasilitas laboratorium Center for Solar Energy Chemistry, Osaka University. Saya tidak begitu terkejut dengan fasilitas yang dipunyai oleh mereka, karena fasilitas riset yang sama juga dipunyai oleh universitas tempat saya bekerja di Malaysia.  Walaupun prestasi akademik dan riset saya tidaklah dapat dibanggakan jika dibandingkan dengan prestasi peneliti di jepang, saya begitu tersanjung karena diundang untuk memberikan ceramah di depan profesor-profesor dalam bidang katalisis di Department of Chemistry, Graduate School of Engineering Science, Osaka University senin depan (11/06/2007). Ini adalah pengalaman yang berharga dan merefleksikan bagaimana mereka menghargai hasil pekerjaan orang lain. 

Kalau kita ingin maju, kita harus terlebih dahulu menghargai pekerjaan yang kita sedang hadapi, dan juga hargailah orang lain sepadan dengan apa yang telah dihasilkannya“.