Archive for October, 2008

Quantity or Quality?

Saturday, October 25th, 2008

salami slicingSaya mempunyai seorang mahasiswa PhD dari Iran. Saya adalah ko-promotor (co-supervisor), sedangkan promotor utama mahasiswa saya ini adalah seorang profesor dari Faculty of Civil Engineering. Mahasiswa ini datang berkonsultasi dengan saya dan meminta saran saya mengenai hasil-hasil penelitiannya. Saya menyarankan supaya dia memulai menulis manuskrip untuk diterbitkan di jurnal internasional. “Tulislah sebuah manuskrip yang lengkap dengan data-data analisis yang menunjang hipotesis kita, sehingga sebuah kajian yang lengkap dan berkualitas dapat dihasilkan. Dengan begitu, mungkin kita dapat mempublikasikannya di jurnal yang bergengsi”, kata saya. Dua minggu kemudian dia datang lagi menemui saya. Dia berkata, “Profesor (promotor utama, red.) menyuruh saya untuk menulis 3 atau 4 manuskrip dari data-data yang kita punyai — bukan satu manuskrip yang lengkap”. Cara ini disebut sebagai salami slicing, dimana membagi hasil penelitian yang utuh kepada sebanyak mungkin manuskrip — yang sebenarnya dilarang dalam dunia akademik.

Quality or Quantity?” mungkin dua perkataan yang tepat untuk menggambarkan kisah di atas. Sebagai seorang peneliti saya selalu membaca publikasi yang mempunyai impak dan kontribusi yang tinggi kepada ilmu pengetahuan dan teknologi. Biasanya jenis manuskrip ini ditulis dengan data-data analisis yang lengkap sehingga dapat menunjukkan bahwa hasil-hasil atau penemuan-penemuan baru tersebut dapat dipercayai dan dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Biasanya jenis penelitian ini dipublikasikan di jurnal yang bergengsi. Alhasil, biasanya, manuskrip ini selalunya dirujuk oleh orang lain, atau dengan kata lain mempunyai citation yang tinggi. Sebagai reviewer diberbagai jurnal international, saya selalu menolak (reject) manuskrip-manuskrip yang penemuannya tidak didukung dengan analisis-analisis yang lengkap.

Bagaimanapun, sebagai co-supervisor saya sudah menyuarakan hal yang saya anggap “benar” kepada mahasiswa saya — karena itulah kewajiban saya sebagai pendidik.

“Kontribusi anda kepada ilmu pengetahuan tidak diukur dengan berapa banyak publikasi anda, tetapi kepada kualitas publikasi yang anda hasilkan. Tidak ada gunanya publikasi anda yang banyak tersebut jika tidak pernah dibaca dan dirujuk oleh orang lain — karena berkualitas rendah”.

Mungkin “suara” di atas kedengarannya agak idealis, karena banyak kawan-kawan saya yang mengejar jumlah publikasi hanya untuk mengejar kenaikan pangkat. Bahkan ada yang mempublikasikan data-data yang sama di jurnal yang berbeda-beda. Wallahu a’lam bishawab.

Menghadiri bengkel pemantauan “Science Fund grant”

Saturday, October 25th, 2008

Putrajaya
Hari Rabu, 21 Oktober 2008 saya menghadiri bengkel pemantauan “Science Fund grant” di Putrajaya International Conference (PICC). Ini jadwalnya:

5.00: Bangun
5.50: Berangkat ke Senai Airport
6.15: Sampai di Senai Airport
7.00: Naik pesawat MAS
7.45: Sampai Kuala Lumpur International Airport
8.15.: Naik Taksi ke Putrajaya International Conference (PICC)
8.35: Sampai di PICC
8.35 – 15.20: Ngobrol dan bengong menunggu giliran presentasi
15.20 – 15.30: Presentasi di depan panel
15.30 – 18.00: Ngobrol dan bengong menunggu mobil UTM yang mengantar ke KLIA
18.12: Sampai di KLIA
18.12 – 21.30: Ngobrol dan bengong menunggu pesawat ke Senai Airport, Johor Bahru
10.30: Sampai di rumah.

Hah.. ternyata presentasi selama 10 menit tersebut telah menghabiskan uang RM 500 (untuk tiket pesawat RM 470).

Prinsip hidup — Martin Yang

Sunday, October 19th, 2008

Prinsip hidup Martin Yang

[Di foto dari majalah terbitan Tiger Airways ketika duduk di atas pesawat itu sewaktu terbang dari Singapura ke Padang pada 30 September 2008].

Prinsip hidup Martin Yang — tukang masak terkenal yang mungkin dapat dimodifikasi sesuai dengan ajaran agama kita: “I don’t work for fame, I work for passion ibadah. If you put in the effort, people will see that and respect you, and then fame will come”.

Ya, kadang-kadang niat kita bisa terbaca dari tindak-tanduk kita — dan akhirnya bukan ‘fame’ yang didapat, tetapi kita dijauhi oleh orang lain …