Archive for December, 2009

Pohon kehidupan untuk hidup sehat

Wednesday, December 30th, 2009

Apa yang dimaksudkan dengan sehat. Menurut WHO (World Health Organization), sehat adalah dimana keadaan fisik, mental dan kesejahteraan sosial dalam keadaan sempurna, dan bukan hanya karena tidak mempunyai penyakit. Jadi kita harus memberikan porsi dan perhatian kepada perawatan pikiran, perawatan tubuh, rohani, kurikuler, permainan dan seni untuk hidup sehat. Mungkin anda sependapat dengan saya bahwa dalam kehidupan modern ini, kita hidup dalam tekanan mental yang cukup kuat dan juga terlalu sedikit berolah raga. Gambar yang ditampilkan pada blog ini dapat menjadi guideline untuk menjadikan hidup kita sehat, dimana pendidikan sepanjang hayat (long-life education) memainkan peranan dalam hidup sehat.

Kenapa pendidikan sepanjang hayat penting? Ini karena tujuan pendidikan adalah sama dengan tujuan hidup: yaitu menjadikan pikiran, tubuh, dan jiwa, lebih seimbang, dewasa, efektif, harmonis, dan bahagia. Hasil penelitian menemukan bahwa pendidikan adalah lebih penting daripada ras atau kekayaan untuk panjang umur.

Buku "Gurita Cikeas" dari sudut pandang periset kimia

Monday, December 28th, 2009

gurita_cikeasMedia massa di Indonesia sedang heboh mengenai buku “Gurita Cikeas” karangan George Aditjondro. Banyak pro dan kontra dalam menanggapi buku tersebut. Walaupun saya belum membaca buku tersebut, saya perlu menyikapi buku tersebut dari sudut pandang seorang periset kimia. Sebagai seorang peneliti, saya selalu menulis dengan menggunakan data-data yang diperolehi dari eksperimen di laboratorium dan mempublikasikannya di jurnal-jurnal ilmiah. Walaubagaimanapun, seringkali artikel tersebut di-reject karena bermacam alasan. Biasanya, alasan yang diberikan adalah: “tidak orisinil”, “tidak logik dan tidak sejalan dengan teori-teori ilmiah yang sudah ada” atau “kurang data penunjang untuk menghasilkan kesimpulan yang dapat dipertanggung-jawabkan”. Alasan itu juga yang sering saya tulis ketika saya me-review artikel-artikel yang dikirimkan kepada saya oleh editor jurnal-jurnal ilmiah dalam bidang kimia.

Sama halnya dengan tulisan-tulisan ilmiah dalam bidang kimia, tulisan-tulisan ilmiah dalam bidang ilmu sosialpun juga memerlukan data-data yang “dipercaya”, yang dapat kita sebut sebagai data primer. Data primer tersebut didapatkan dari sumber-sumber utama yang asli. Sumber-sumber tersebut adalah data-data mentah yang belum dievaluasi dan dianalisis. Sumber-sumber utama juga dapat berupa bahan-bahan asli yang didasarkan kepada penelitian lain. Data-data tersebut diolah dan dianalisis dengan ‘pisau ilmiah’, sebagai contoh dengan menggunakan statistik, sehingga menjadi tulisan yang mempunyai nilai akademik.

Nah, permasalahannya adalah, apakah data-data yang digunakan oleh George Aditjondro dalam buku “Gurita Cikeas” berasal dari data-data yang saya disebutkan di atas. Ini penting, karena jika tidak, tulisan yang di tulis oleh George Aditjondro dapat diperdebatkan “tidak orisinil” dan “kurang data penunjang untuk menghasilkan kesimpulan yang dapat dipertanggung-jawabkan”, seperti alasan yang diberikan kepada artikel-artikel saya yang ditolak dimuat di jurnal-jurnal ilmiah.

Hendaknyalah kita juga harus bersikap kritis dalam menerima informasi, dan berani me-reject tulisan-tulisan yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip ilmiah dan moral, terutama terhadap informasi-informasi yang dapat menyebabkan adanya “orang-orang yang dirugikan dan teraniaya”.

(Minggu depan saya akan ke Jakarta dan cari buku ini di sana, memang membuat penasaran untuk membacanya).

Ternyata, tidak usah jauh-jauh cari di Jakarta karena bukunya sudah boleh di download di link di bawah ini.
Membongkar Gurita Cikeas oleh George Junus Aditjondro [358 KB]