Archive for January, 2010

Ambisi

Sunday, January 24th, 2010

ambitionSaya mengenal beberapa orang kawan yang sangat bersemangat dan berkeinginan sangat kuat untuk mencapai ketenaran dan kekuasaan. Kawan-kawan ini adalah pekerja keras dan selalu mencari peluang untuk mencapai tujuan tersebut, walaupun kadang-kadang banyak tindakan mereka tidak disukai orang. Dengan kata lain, ambisi kadang-kadang dapat menyebabkan kita mengambil jalan pintas sehingga mengorbankan integritas dan nilai-nilai moral.

Walaubagaimanapun, ambisi tersebut dapat menjadi dorongan yang tidak merusak. Di bawah ini adalah beberapa cara untuk mengarahkan ambisi menjadi hal yang positif:

Gunakan ambisi untuk memanfaatkan kesempatan

Dengan ambisi kita dapat melihat cara-cara untuk melakukan hal-hal yang berbeda dan inovatif. Ini mungkin dengan mengembangkan penemuan-penemuan baru. Melakukan hal-hal yang berbeda dapat menjadi suatu kekuatan untuk melakukan kebaikan. Pengusaha sukses seperti Bill Gates, manusia terkaya di dunia, merupakan contoh orang yang menyalurkan ambisi mereka dalam mencari peluang-peluang baru.

Gunakan ambisi sebagai alat untuk perubahan

Jika kita berkesempatan menjadi pemimpin, kita dapat menggunakan ambisi ini untuk melakukan perubahan positif. Seorang pemimpin yang baik dapat mengindentifikasi keperluan untuk perubahan yang positif untuk kebaikan organisasi. Beberapa orang kawan saya gagal memanfaatkan peluang ini. Mereka malah memanfaatkan kekuasaan ketika mereka memimpin. Mereka lebih mementingkan ambisi pribadi daripada organisasi. Orang seperti boleh jadi dapat sukses dalam mencapai ambisi pribadi namun gagal sebagai pemimpin, dan akhirnya banyak dihujat oleh banyak orang.

Gunakan ambisi sebagai alat untuk pertumbuhan pribadi

Ambisi dapat menjadi keinginan untuk berprestasi. Oleh karena itu ambisi dapat menjadi alat pendorong untuk mencapai impian. Orang-orang seperti ini biasanya adalah orang yang selalu belajar dan bekerja dengan keras untuk mengembangkan kemampuannya.

Kematian adalah realitas kehidupan

Sunday, January 17th, 2010

deathTulisan ini adalah ringkasan dari artikel yang ditulis oleh Prof. Shahul Hameed yang tulisan aslinya dapat di baca di sini. Mudah-mudahan dengan mengingat kematian kita sadar bahwa kita harus berbuat baik di dunia ini. Insya Allah.

Selama berabad-abad, kematian umat manusia dipandang sebagai sesuatu yang mengerikan dan menakutkan, sesuatu yang harus ditunda tanpa batas waktu atau dihapuskan jika mungkin, sekali untuk semua.

Ini karena dua alasan. Pertama, kematian mempersingkat kehidupan di dunia ini. Kedua, tidak ada “bukti” tentang kesempatan untuk mengetahui bagaimana kehidupan di dunia yang akan datang. Kematian adalah, seperti yang Shakespeare dengan Hamletnya berkata, “the undiscovered country from whose bourn no traveler returns“.

Dalam semua keyakinan agama-agama, kematian adalah jalan untuk mencapai kehidupan yang abadi. Dari sudut pandang Islam, kematian adalah realitas kehidupan, sebuah kepastian yang tidak dapat dikecualikan. Dalam Al-Quran disebutkan bahwa hari kiamat harus dihadapi setelah kematian, dan semua amal dan perbuatan kita harus dipertanggungjawabkan nantinya. Orang-orang yang menabur jahat akan menuai yang jahat dan orang-orang yang menabur baik akan menuai yang baik. Semua daya tarik dan glamor dunia ini tidak abadi.

Dari sudut pandang ini, kematian adalah bentuk transisi dari kehidupan dunia ini kepada dunia lain yang abadi. Itu berarti, kematian bagi manusia bukanlah tempat berhenti yang terakhir.

Dalam kehidupan dunia ini, tubuh dan jiwa tidak terpisah, kecuali saat tidur.

Tidur: Kematian sementara

Gagasan bahwa tidur adalah suatu bentuk kematian sementara, di mana jiwa meninggalkan tubuh, dipercayai oleh penganut agama-agama yang lain. Agama Hindu memiliki gagasan bahwa “jiwa terpenjara dalam tubuh sampai mati membebaskannya”.

Jiwa manusia datang dari Allah, dan milik dunia roh, sedangkan tubuh adalah milik dunia materi.

Misi hidup di dunia

Allah telah mengirim kami ke dunia ini dengan misi dan kita perlu untuk memenuhi misi tersebut. Kita tidak boleh terperangkap oleh gagasan bodoh bahwa dunia ini selama-lamanya; atau bahwa tidak ada kehidupan setelah kematian.

Al-Quran menjelaskan bahwa hidup, kematian, kebangkitan dan pengadilan, semuanya adalah realitas dari Tuhan dan kita manusia harus menghadapi mereka satu demi satu. Dan pada hari kiamat kita akan diminta untuk menjelaskan keyakinan dan tindakan kita.

Pandai bainduak samang

Saturday, January 16th, 2010

boss-employee-cartoon
Judul tulisan yang mungkin hanya dimengerti oleh orang yang mengerti bahasa Minang, yang artinya adalah lebih kurang “pandai menjadi orang bawahan yang disukai oleh atasan“. [induak samang = bos ]

Di bawah ini adalah dua jenis orang yang “pandai bainduak samang” tersebut.

Yang pertama adalah tipe “penurut membabi buta“. Biasanya karyawan atau bawahan tipe ini selalu setuju dan mengiyakan setiap pernyataan dari bos-nya. Tidak peduli apakah perintah tersebut salah, betul, bodoh atau pintar. Beberapa istilah yang mungkin tepat bagi karyawan atau bawahan tipe ini adalah “penjilat”.

Tipe kedua adalah tipe orang “tangan kanan“. Karyawan atau bawahan tipe ini merujuk kepada seseorang yang memiliki tanggung jawab, pengetahuan dan pemahaman, wewenang dan kemampuan untuk melaksanakan rencana yang sudah dirancang dalam posisinya sebagai karyawan atau orang bawahan. Istilah “tangan kanan” juga mungkin didasarkan pada gagasan tentang seorang raja memiliki penasihat yang duduk di sisi kanannya.

Saya menemukan kedua-dua tipe orang yang saya sebutkan di atas disekeliling saya.