Bundle

    Kalau dingat-ingat kapan mulainya saya tidak pasti tapi yang jelas berbelanja di bundle ini asyik lho. Pertama, harganya murah malah boleh dikatakan sangat murah. Kedua, kalau pandai-pandai memilih, bisa mendapatkan barang yang bagus. Masalahnya cuma satu, BEKAS saja. Mungkin bagi beberapa golongan orang memakai pakaian bekas orang misalnya sangat tabu, Karena apa? takut kalau orang sebelumnya mempunyai penyakit kulit menular bisa kena kita, bahaya khan? Asalkan kita berhati-hati Insya Allah lah gak dapat. Bagaimana caranya? Misalnya dengan mencucinya bersih-bersih kalau bisa pakai air panas, biar kuman-kumannya mati, itu misalnya.

    Bagi saya, yang pernah merasakan tinggal di negara yang boleh dikatakan biaya hidupnya tinggi, mau beli baju bagus, mahal-mahal, mesti berpikir dua kali, beli baju atau makanan. Makan lebih penting, baju juga penting apalagi baju lama sudah mulai sempit karena ukuran badan yang melar. Ya bundle ini menjadi sasaran empuk untuk di hunting. Hasilnya saya bisa makan enak dan bergaya pula. Teman saya bilang, “wah baju baru nih? pasti mahal ya?” Karena baju yang saya pakai bermerk jenama terkenal, padahal cuma dibeli sama dengan harga sepiring nasi rames. Kalau orang padang bilang sepiring nasi kapau.

    Hunting barang-barang bekas terutama yang aneh-aneh, pernak-pernik kecil, banyak untungnya. Bisa dijadikan koleksi. Lagian jarang dijumpai benda yang sama dijual di toko, kalaupun ada harganya mahal. Pokoknya pengalaman yang menarik deh. Sayangnya saya belum ada rumah lagi. Masih pindah-pindah entah sampai kapan, jadi barang-barang itu terpajang sementara atau selamanya di rumah mertua, he….he.

 


Leave a Reply