Sepanjang jalan kenangan

Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan kami akan kembali kepada Nya. Takziah kepada keluarga pak Harto, mudah-mudahan beliau diampuni dosanya dan diterima segala amal kebaikannya. Terlepas dari segala kontroversi tentang pak Harto, di hari tua dan saat-saat menjelang kematiannya karena sakit, kita sebagai manusia yang mempunyai rasa kemanusiaan, patutlah saling mendoakan untuk kebaikan dan menghargai apa yang telah beliau sumbangkan kepada negeri kita tercinta. Salut kepada bangsa Indonesia yang masih menghargai jasa beliau, sehingga melalukan prosesi pemakaman beliau secara kenegaraan. Tidak seperti bung Karno dahulu, menjelang kematiaannya beliau tidak sempat berjumpa dengan sanak saudara, sepi sendiri di kamar tahanan, padahal kalau kita kilas balik, perjuangan beliau untuk kemerdekaan tidak sedikit.

Sangat sulit untuk menghilangkan kenangan, selama 32 tahun memimpin negara Indonesia. Suka duka terasa. Saya sebagai orang awam, tidak mengenal langsung beliau secara mendalam. Saya hanya tahu dia sebagai presiden, yang memimpin negara ini,yang membangun negara ini dari keterpurukan selepas PKI. Bukan seorang diktator, bukan seorang koruptor. Senyumnya yang khas seolah menyejukan sekelilingnya. Saya tidak tahu ada apa dibalik semua itu, apakah sejarah yang saya pelajari selama ini betul-betulkah begitu adanya atau diputarbalikkan, tidak ada yang bisa dibuktikan, para saksi membisu seperti batu, sementara para reforman berkoar-koar menuntut keadilan. Seperti nila setitik rusak susu sebelanga, lengsernya pak Harto waktu itu membuat saya bertanya-tanya, apakah karena orang-orang sudah tidak puas lagi dengan kepemimpinannya yang begitu lama atau karena orang-orang disekelilingnya yang ikut-ikutan berkuasa dan semena-mena menggunakan kepercayaan atas nama pemimpin, disegala bidang dan disegala kesempatan.

Sekarang tidak ada gunanya kita berbicara ini itu, tidak ada gunanya kita membahas semua yang telah terjadi, sudah terlambat. Biarlah Allah saja yang akan menentukan keadilan. Disepanjang jalan kenangan ini, saya hanya ingin mengingat yang baik-baik saja. Mudah-mudahan Indonesia bisa bangkit lagi, dari segala keterpurukan moral para pemimpin bangsa, sehingga anak cucu kita merasa nyaman hidup di Indonesia, merasa bergairah untuk membangun Indonesia. Orang-orang yang memperkaya diri dari uang rakyat akan sadar bahwa apabila mati nanti, kekayaannya tidak akan dibawa mati. Tapi amalan dan amanah mereka selama di dunia ini akan dibawa mati dan dipertanggungjawabkan. Tak takutkah anda? 


Leave a Reply