Keajaiban Blog
Siapa sangka dengan menulis blog ini saya bisa banyak teman. Walaupun tidak sengaja mereka masuk ke site saya dan membaca blog saya. Dari kami sekeluarga cuma Farid seorang yang tidak menyukainya dengan alasan “Tidak mau mendedahkan diri sendiri”. Spontan saja kami bertiga, saya, suami dan Firda protes. Sebab maksud kami menulis blog itu bukan mau mempermalukan diri sendiri, bukan maksud pamer tetapi ini adalah curahan hati, pengalaman yang mungkin manfaatnya bisa dipetik atau kalau ada masalah ada yang bisa memberi solusi, tanggapan. Tidak lebih dari itu. Seandainya ada yang tersinggung atau ada hal-hal dan peristiwa yang sama secara kebetulan, saya ceritakan di blog saya, minta maaf saja deh.
Pengalaman saya pun demikian, asalnya cuma mencari-cari resep masakan, tiba-tiba nyangkut di blognya si A, setelah baca sekali e..e ketagihan pengen baca lagi, ada blog yang isinya serius, atau iseng-isengan, ada blog yang isinya menceritakan pengalaman sehari-hari, pengalaman bagaimana tinggal di negeri orang, ada blog yang religi, ada blog yang isinya tentang politik, pokoknya banyak deh, dan sampai sekarang banyak manfaat yang saya peroleh dari para blogger ini. Terimakasih ya!!
Perasaan saya, sepertinya dekat dengan para blogger ini, padahal kenalpun tidak. Mereka bercerita seolah bercerita kepada saya dan saya pendengar setia. Kalau gembira rasanya senang dan kalau ada yang sedih rasanya ingin menghibur. Dengan begitu saya pun jadi terinspirasi untuk menulis blog, ya mudah-mudahan banyak teman, dan banyak manfaatnya. Terutama untuk diri saya sendiri, mencatat peristiwa-peristiwa dalam kehidupan saya sebagai arsip untuk diri saya sendiri. Dulu saya rajin menulis buku diary, sekarang ada internet lebih praktis. Kalau mau menulis tidak perlu berat-berat bawa buku, dimana saja bisa asal ada warnet atau sejenisnya.
Ini pengalaman saya juga, he…he maaf ya kang Asep! Awalnya si kang Asep ini memberi comment di blog saya. E..beliau ini ternyata satu kampung dengan saya, jadi kita senasib deh. Orang Tasik yang lagi mengembara di Malaysia. Setelah tahu ternyata si kang Asep ini adalah teman seangkatan suami waktu di FKG dulu. Sekarang beliau dikontrak Malaysia menjadi dokter gigi di Simpang Renggam. Simpang Renggam kan Johor juga tapi agak jauh dari Johor Bahru tempat saya tinggal ini, kurang lebih 60 Km lah. Biasanya Kang Asep dengan istri kalau pergi ke Johor Bahru hanya main-main atau jalan-jalan ke Mall, betul tidak? Mungkin sekarang boleh mampir ke tempat saya, ya untuk silaturahmi. Pertama beliau dan istri datang ke tempat saya bulan Juni kemarin. Datangnya mendadak tidak telephon jauh-jauh hari, katanya sambil jalan sekalian mampir. Rupanya Johor bahru sudah ka-ubek alias sudah tahu selak beluk dan lika likunya walaupun lihat peta. Buktinya ke tempat saya tidak nyasar, dan mencari tempat makan ayam penyek pun, langsung ketemu.
Waktu itu kami sedang main di Jusco Tebrau City, Kang Asep telephone suami bahwa dia sudah ada di depan rumah. Hah….kita kaget,
“Tunggu sebentar bisa sep? Dalam 30 menit kami datang!” kata suami. Tuh khan…kita gak tahu kang Asep mau datang, coba kalau telephone dulu kita tidak pergi-pergi dan saya bisa masakin apa-apa kek. Kami bergegas pulang, ketika masuk ke kompleks perumahan ada orang di mobil kancil melambai tangan.
“Oh itu mereka!” teriak suami saya. Kok mereka tidak menunggu di depan rumah? Rupanya mereka mau cari toilet, Nike kebelet ya? Akhirnya kita barengan menuju ke rumah.
Turun dari mobil kita salaman, si kang Asep langsung menyapa,” Hallo Farid, hallo Firda, hallo Fahima!” kemudian kami masuk ke rumah dan ngobrol deh. Apa yang ajaib coba?
Ini adalah pertama kali kami ketemu dengan kang Asep, suami kenal Asep tetapi kalau ketemu di jalan mungkin dia tidak tahu itu Asep, sebab sudah lama tidak bertemu lagian waktu kuliah dulu cuma setahun bertemu, itupun bukan teman akrab banget, ya teman kuliah gitu. kami pun tidak pernah memberi tahu alamat rumah kami, nomor telephon, apa mobil kami, dan memperkenalkan keluarga kami sama beliau ini. Beliau pun tahu saya dan anak-anak baru pulang dari Padang habis cuti sekolah ini, padahal kami tidak memberi tahu. Tapi beliau tahu semuanya, dan kami merasakan beliau seperti sudah kenal lamaaaaaa dengan kami soalnya terasa akrab banget. Dan ketika mereka datang ke rumah untuk yang kedua kali, mereka tahu kami mau pindah, padahal kami tidak cerita-cerita. Itu semua karena beliau melihat website suami dan kebetulan membaca blog saya. Ya dari blog lah beliau tahu semua, awalnya saya terheran-heran juga, kok orang ini tahu tentang kita padahal baru kenal. Saya cerita tentang saudara suami saya yang sekolah di UTM, beliau pun tahu.
“Oh yang di Batam itu ya?” kata kang Asep spontan.
“Lho kok tahu?” tanya saya keheranan.
“Kan saya baca blog teteh!” jawab kang Asep lagi.
Euleuh-euleuh geuning semuanya tahu gara-gara blog ya? Aduh jadi malu saya, tetapi tidak apa-apa deh, jadinya saya tidak perlu cerita-cerita lagi, malah sebaliknya kalau ada teman lagi bukan saya yang memperkenalkan diri tapi saya yang interview mereka. Itulah Keajaiban Blog.
“Firda teh ulang tahun kemarin ya. Selamat ulang tahun Firda!” tambah kang Asep. Beliaupun tahu pula.
Hampir saja suami lupa kalau tidak ingat tulisan saya di blog, waktu kami jalan-jalan ke Jusco tebrau mengantar kang Asep dan istri, tiba di toko elektronik, kang Asep sempat tanya harga pressure cooker. Untung saya ada di sana langsung saja saya jawab. Periuk itu tidak dijual di toko, kami beli dari teman yang selalu menjual produk Amway.
Begitu, tapi terus terang kami gembira karena mereka mau berkunjung ke tempat kami dan ada saudara senasib, giliran kami nanti pergi ke tempat kang Asep di Simpang Renggam. Tunggu saja ya! Pokoknya sebelum Nike pulang kampung kami akan ke sana. Terimakasih ya dan puntennn pisan nya! Mudah-mudahan persaudaraan kita dan silaturahmi tetap terjaga. Aamiin ah.

May 11th, 2009 at 9:31 pm
[...] Terry Terikoh Bertemu teman baru yang sudah seperti teman lama. Baca selengkapnya disini [...]