Betulkah musik itu haram?

Saya kaget juga mendengar pertanyaan Firda, yang menanyakan betulkah main piano itu haram? Soalnya barusan saja temannya telephone, ibu bapanya bilang bahwa main piano itu haram. Bukan Firda saja, Farid pun dibilang begitu sama temannya. Saya sendiri bingung dan jujur saja tidak tahu jawabannya, malah saya balik bertanya, kenapa mereka bilang haram.

Firda : “Ade tak tahu!”  kalau

Farid  : “Kawan abang bilang, suara tali piano itu menyebabkan kita lalai!”

Saya  : “Iya ke?????”

Pantesan di tempat les piano jarang ada yang belajar orang melayu Malaysia, rata-rata orang Cina dan kalaupun melayu, melayu Singapura atau melayu Indonesia. Karena haram kah?

Sebenarnya bukan kapasitas saya untuk membahas masalah halal dan haram sesuatu, karena saya bukan pakarnya. Tetapi perlu ada penjelasan disini apa sebab sesuatu itu dibilang haram. Saya percaya 100 %, bahwa Allah menetapkan haram kepada sesuatu karena Dia tahu apa yang terbaik untuk hambaNya, apa yang tertera di dalam Al-Qur’an adalah suatu petunjuk dan kita harus percaya tanpa perlu berdebat kenapa? Seperti halnya, kita dilarang makan babi, tidak usah dicari alasannya, itu mutlak hanya Allah yang tahu dan sampai sekarang jawaban yang betul dan masuk akal dari haramnya babi itu belum ada. Karena itu bukan kapasitas kita.

Haram itu adalah suatu hukum perbuatan yang apabila dilakukan akan berdosa dan apabila ditinggalkan akan mendapat pahala. Sekali lagi kalau apa yang tertera di dalam A-Qur’an itu haram saya wajib percaya. Tetapi apa yang dibilang manusia dan dia itu bukan nabi atau ulama, saya ragu. Minta maaf ya, mungkin ini keterbatasan ilmu yang saya miliki, bukan maksud saya tidak menghormati pendapat orang lain, tapi saya memandang sesuatu itu besar manfaatnya kemudian dibilang haram agak kaget juga.

Memang masuk akal lah, apabila kita melakukan sesuatu yang berlebihan dan merusakkan diri kita sendiri itu akan haram jadinya, tetapi ini belajar main piano, belajar irama, belajar nada-nada, hanya untuk relaksasi otak kita, untuk penyeimbang antara otak kiri dan otak kanan. Menurut saya sah-sah saja kita mau belajar alat-alat musik, terutama yang mempunyai nilai musik yang positif  bukan ugal-ugalan.

Kang Howard Gardner, seorang peneliti dari Universitas Harvard mengatakan ada 7 bagian dari otak kita yang sangat specifik sebagai natural intelligence adalah bagian dari perkembangan otak yang kognitif yaitu:  kemampuan berbahasa, kemampuan matematika, spatial (yang berkenaan dengan ruang/tempat), musikal, kinesthetic (yang berkenaan dengan gerak), visual (berkenaan dengan ketajaman mata) dan sosial. Dari semua bagian itu hanya musik sebagai kecerdasan alami yang perlu digunakan karena musik ini dapat mengatur perasaan dan pengertian. Dan ini merupakan hal yang penting dari keseluruhan pengembangan otak.

Aktifitas musikal dapat memberikan anak-anak pengalaman-pengalaman penting yang dapat merangsang mereka mengembangkan koordinasi physikal, mengatur tempo/waktu, mengingat, melihat dan berkemampuan mendengar lebih tinggi dari anak-anak yang tidak diperkenalkan dengan musik.

Pengalaman dari dulu sebenarnya telah benyak membuktikan bahwa dengan musik, sesuatu bisa lebih menyenangkan, menggembirakan dan mudah dicerna serta diingat.

Farid dan Firda, tanggal 19 Agustus ini baru saja mengikuti ujian praktikal piano, mereka diuji bagaimana memainkan scale yang berbagai macam, memainkan beberapa lagu sesuai dengan tempo, mempretasikan nada ke nyanyian, dlsb. Mereka pun belajar percaya diri dan tampil berani di depan orang banyak.

Coba hayati, indahnya musik, gabungan berbagai alat musik bisa menjadikan suatu lagu yang dapat menghibur dan selalu gembira. Fahima pun secara naluri mendengarkan musik, badannya langsung bergoyang, apalagi melihat Eart, Wind & Fire. Asalkan tidak terlalu berlebihan dan menjauhkan diri dari kewajiban kita beribadat kepada Allah, musik aman-aman saja. Betul tidak?  Dan Alhamdulillah, Farid dan Firda di sekolah pun nilainya diatas rata-rata. Berarti ya tidak apa-apa, maksud saya belum terlihat efek negatifnya gitu lho, kalau fahima ada, efek negatifnya hanya musik dia saja yang harus didengar, kita lagi lihat TV suruh ganti dengan CD musik dia, kita lagi asyik menulis blog, suruh tukar dengan CD lagu dia, kita lagi jalan-jalan di mobil suruh putar lagu tatutitah nya EWP, semua punya Fahima deh. 

  masterclass MK ortu melihat persembahan ujian ABRSM  Far n Fir tunggu giliran     


No Responses to “Betulkah musik itu haram?”

  1. ummu althof Says:

    bismillah, pendapat anda Sah Sah saja , dan masuk akal. . . karena yg anda pakai dalil kang howart gartner, yg sdh jelas bukan dari ulama2 islam sendiri. . . coba anda LEBIH membaca HADIS 2 SHAHIH yg berisi perkataan RASULULLAH SAW. . kepada para sahabat . . jk Anda beriman kepada ALLAH dan RASUL sebagaimana SYAHADAT yg anda ikrarkan. . jika anda seorang Muslim SEJATI. . BAROKALLAHUFIKUM

  2. Terry Terikoh Says:

    Buat ummu Altthof terimakasih atas pendapatnya. Saya memang berpendapat demikian karena kang howart sudah melakukan penelitian dan itu hasil dari kenyataannya demikian. Saya lebih fleksible saja untuk saat ini, mana yang baik dan bermanfaat tetapi tidak bermaksud melepaskankan diri dari tuntutan Rosulullah SAW. Karena bagaimana pun situasi zaman yang semakin penuh persaingan antara yang baik dan buruk, membuat kita harus lebih siap menghadapi keadaan zaman ini. Saya yakin kok, di dalam Islam sendiri penuh keindahan dan tidak membuat kita sesak didalamnya. maksud saya Islam itu tidak membuat kita susah dan tersiksa….indah. jadi nikmatilah….

Leave a Reply