Hari Raya

Alhamdulillah, hari kemenangan telah tiba, tapi sedih juga ya, bulan penuh berkah telah berakhir, sebulan  rasanya tidak terasa. Orang lain menjelang hari raya sibuk membuat kue-kue atau berbagai makanan, sampai ke baju baru. Saya boro-boro deh, sibuk ngepak-ngepak mau pindahan. Apalagi sehari sebelum lebaran suami pulang kuampung. Pulang kampung sendirian coba! Tega banget ya? Tapi dia minta izin saya sih, alasannya banyak deh. Masa saya harus menahannya, istri apaan kali ya? manjalah atau sebagainya. Tetapi kalau suami sayang istri dan anak-anaknya tentu lebih memilih hari raya bersama ya? Berarti? Biarlah….enggak deng, suami lebih sayang sama orang tuanya dong, sebab berkat merekalah dia bisa seperti sekarang…..

Lagi sedih meratapi nasib menjelang hari raya, eh malam hari raya Afifah datang, padahal hari hujan lebat lho! Dia membawakan kami ketupat dan opor ayam! Wah jadi juga lebaran…makan ketupat. Terimakasih temanku yang baik….kamu baik deh.

Ketupat dan opor ayam Afifah

Di Hari Raya saya janjian dengan Budi dan suaminya untuk pergi sholat Ied di KJRI, Hamdan suami Budi yang menyetir mobil. Jadi selama suami tidak ada ya Hamdan inilah yang mengantar saya kemana-mana. Belanja, bahkan nyicil-nyicil pindahan. Pagi-pagi kami pergi, KJRI sudah ramai. Untungnya shaf depan masih kosong jadi deh kami dapat sholat di depan. Ramai para TKI disana dan ketemu teman-teman juga. Jadi bisa saling bermaafan sekalian dengan mereka soalnya kapan lagi ketemu. Pulang dari KJRI kami diundang pak Didi konsulat ke rumahnya tapi nanti saat makan siang. Jadi sambil menunggu waktu kami bermain-main dulu di Hutan Bandar. Sempat berfoto ria segala. Anak-anak senang bermain disana karena banyak fasilitas bermain untuk anak-anak.

Menunggu sholat di mulai Sholat Ied di konsulat, duh Fahima khusyunya Fahima tidak rewel, sebab ada naufal anaknya Budi Anak-anak TKI perempuan selesai sholat berfoto ria bersama bu Eri, Budi , Rela dan mbak Ratna habis sholat Ied 3F mejeng di depan konsulat Bapak2 yang ikut ke Hutan Bandar Era digital camera, bu Bambang serius amat sih Ibu2 yang ikut ke Hutan bandar Di rumah pak Didi Di rumah pak Didi, makan mpek2 asli palembang n bakso

Setelah dari rumah pak Didi kami singgah ke tempat pak siapa namanya lupa, orang konsulat juga. Disana ada piano, eh si Farid menghibur kita-kita yang kepenatan dengan beberapa lagunya, wonderful tonight dengan Fur Elise. Lumayan…….

Setelah dari sana kami sholat Dzuhur di Mesjid Abubakar. Tiba-tiba bu Agus nelephon, katanya kami ditunggu di rumahnya pak Yanuar di Pulai Perdana. Akhirnya walaupun sudah cape benar dan perut kenyang, kami pergi juga ke rumah pak Yanuar dan makan lagi disana. Duh…betul-betul balas dendam nih. Pulang ke rumah masih ada makanan juga, ketupat Afifah dan nasi kotak dari konsulat. Alhamdulillah rezeki. SELAMAT HARI RAYA IEDUL FITRI, MAAF LAHIR BATIN. SEMOGA SHAUM DAN SEMUA IBADAH KITA DITERIMA ALLAH SWT. AAMIIN. 

 Nasi kotak konsulat  


No Responses to “Hari Raya”

  1. iffah Says:

    ceu oleh oleh dari padang masih ada nggak?

  2. Terry Terikoh Says:

    Oleh2 dari Padang daun salam saja geura. Karena katanya sekarang bagasi bayar dari Pdg ke Sing Rp. 200.000. Padahal mah saya pengen kecap dan saos. Gak dibeliin, apalagi kerupuk2. Duh kumaha si Uda teh..

  3. iffah Says:

    ceu Ai sono euy te aya ngadongengan dari ceu Ai, sehat2 aja kan ceu? punten belum bisa main kesana lagi.

  4. Terry Terikoh Says:

    Alhamdulillah, iya..bahan sudah banyak nih..nang haroream….Daun salamnya ketinggalan tuh..

Leave a Reply