Pindahan…oi….

Tidak jadi pindah ke Pahang, pindah rumah jadi juga. Enam tahun di jalan Ara 13 banyak kenangan, tetangga kiri kanan pada baik, dekat ke pasar tani lagi, tuan rumahnya juga baik. Pokoknya semua baik. Kalau saja rumah Ara itu besar, Farid dan Firda punya kamar sendiri-sendiri, kami memilih tetap tinggal disitu. Tetapi sayangnya tidak demikian, kamar di Ara cuma 3, 1 kamar saya, 1 kamar Farid dan Firda dan satu lagi gudang. Sedangkan di rumah baru ini jalan Meranti 9, kamarnya ada 4, gudang lain lagi, dapur fully cabinet, wah buat ukuran saya sudah mewah itu dan lebih dari cukup. Di Ara RM 500 sebulan dan di Meranti RM 600 sebulan, beda 100 ringgit saja tetapi bagai bumi dan langit dari keadaan rumahnya.

Memang cuape sekali kalau pindahan itu ya, ngepak-ngepaknya, sampai di rumah baru dibongkar lagi lalu disusun. Yang sering saya jumpai saat ngepak-ngepak ini adalah, dimana-mana di setiap sudut ya di kamar, dapur dan ruang tamu adalah duit recehan. Kalau dikumpul-kumpul lumayan deh, beunghar yeuh…

duit recehan dibawah piano duit recehan di dapur

Pindahan tanpa suami menjadikan saya seperti super women, segala keputusan diambil sendiri. Dari nyuruh tukang mindahin AC dan filter air sampai order truk yang khusus angkut piano sekalian angkut-angkut barang pindahan. Sebelumnya memang saya dan suami sudah nyicil-nyicil pindahan. Memindahkan buku-buku dulu, bersih-bersih rumah baru dlsb.

Ngepak buku di rumah lama Sebagian buku yang sudah di pindah di rumah baru

Tetapi menjelang pindahan ini, suami tidak ada ya otomatis saya dan anak-anak harus ekstra kerja angkut-angkut. Bukan saya yang super women deh, tapi teman-teman ini, Subhanallah!! Menolong saya dengan tulus ikhlas.Terimakasih sebanyak-banyaknya untuk pak Eri dan keluarga. Mereka sengaja datang dari pagi untuk bantu saya beberes dan angkut-angkut.

ini yang namanya pak eri ini bu Eri dan anak2

Terimakasih Nur Irfan dengan izin pak Irfan membantu saya angkut-angkut dan beberes, bahkan dari bulan puasa pas suami pergi, dia nelphone saya menawarkan bantuan.

Nur Irfan si cantik yang baik hati

Terimakasih Budi dan Hamdan yang selalu siap sedia dimintai bantuan. Terimakasih pak Dadan dan keluarga, niatnya berlebaran ke rumah saya eh..malah jadi angkut-angkut deh. Terimakasih bu Heru yang ikut juga beberes. Terimakasih buat tetanggaku bang Japar dan keluarga yang selalu siap juga dimintai bantuan. Terimakasih pak Sibun yang membantu angkat-angkat dan sekalian memindahkan filter air.

Pak Sibun sibuk memindahkan filter air

Sebenarnya saya malu sama kalian, maksud hati tidak ingin proyek TQ, tapi apa daya……..pokoknya nanti saya undang kalian semua makan saja ya tunggu suami pulang, saya memohon agar Allah SWT membalas semua kebaikan kalian Aamiin. Ini beberapa foto saat pindahan.

Truk datang lemari dulu lumayan banyak juga tuh lemari2 nah baru piano, inti dari semua pindahan ini

Yang paling penting nih, sebelum pindahan ada tamu jauh datang, dari Amerika yang sekarang menetap lagi di singapura yaitu Lintang dan Keluarga. Lintang adalah adik sahabat saya waktu di ITB dulu, yaitu Aris Wulandari. Kami berhahahihi sambil ngobrol, pokoknya seneeeeeeeng banget bisa ketemu, 15 tahun mungkin kami tidak bertemu. Alhamdulillah barokah hari raya.

Lintang, saya dan Afifah Pak Eri suami lintang dan pak Ikhwan suami Afifah

Satu hari sesudah pindahan baru rumah kami siap kemas, nanti kalau suami datang wah………apa reaksi dia ya? Oh ya semalaman kami , saya dan Farid ditemanin sama om CD mengaji selamat datang di rumah baru, yaitu ngaji surat Al-Baqarah sebanyak 286 ayat. Alhamdulillah selesaiiiiiiiii, mudah-mudahan rumah yang kami tempati ini membawa kebaikan untuk semua . Aamiin

Piano sudah terpajang Kebanggaan Farid n Firda, beberapa piala sdh terpajang Meja makan tinggal menunggu hidangan Sudut buku suami Ruang kerja saya, dapur kamar Farid Kamar Firda dan Fahima Ruang komputer, tempat ngeblog


Leave a Reply