Pilih mana..Sakit Gigi atau Sakit Hati?

Ada lagu yang intinya lebih baik sakit gigi daripada sakit hati. Yey…kalau saya tidak mau dua-duanya. Disuruh pilih salah satu pun tidak mau. Karena dua-duanya sakiiiiiit. Kemarin saya sakit gigi. Gigi geraham bawah sudah goyang, kemudian dipakai mengunyah, jadi tambah kesana kemari, sakit…Makan jadi tidak nafsu, badan juga ikut sakit, kepala pening. Sengsara deh…..Bahkan kata mbak Anita gigi goyang yang sakit lebih dasyat dari goyangnya Inul. Betul itu..Saking dasyatnya saya yang biasa heboh, kemarin diam membatu. Kesian!!

Akhirnya saya bikin janji dengan dokter gigi sebelum magrib. Tahu tidak apa yang saya rasakan? Perasaan ini yang paling saya benci. Hati dagdigdug, tangan gemetaran…takut rasanya. Takutnya bukan karena gigi saya mau diapa-apain, tapi takut ketemu dokternya yang agak bawel..Hehe.(Maaf dokter ya!). Sebenarnya dokternya baik sih, cuma sering memberi ceramah pasientnya. Saya takut diomelin ini itulah. Tidak pandai jaga gigilah dlsb. Tapi bagaimana ya? Walaupun saya rajin bersihkan gigi 3 kali sehari tapi kalau sudah goyang mau diapain lagi? Dokter pun tahu silsilah gigi saya wong hampir 7 tahun saya dan keluarga menjadi pasientnya. Saya rekomendasikan deh sama temen-temen semua. Dokter ini memang paling baik di taman U, pokoknya tidak menyesal menjadi pasiennya. Cuma yaitu rada bawel…

Setelah menunggu beberapa menit dari waktu janjian, karena pasientnya banyak, akhirnya saya diperiksa. Kekuatan do’a memang manjur. Sebelum saya diperiksa saya mohon pada Allah agar dokter ini dilunakkan hatinya, karena hal itu bisa membuat saya tambah stress. Dan Alhamdulillah…ketika dokter mau periksa saya dia menyapa saya dengan ramah dan bilang gigi saya mau dicabut ya? Saya langsung saja bilang

“Iya dokter, sekalian saya nak discuss tentang rawatan gigi selanjutnya!”

Setelah periksa dan mengotak ngatik gigi saya dia pun bilang. “Oke sekarang saya cabut gigi awak ni, ada 2 yang kena cabut, kemudian langsung pasang implant ya! Bulan depan balik lagi, tengok apa tulang sudah kecut atau tidak. Pasang implan biar cost tidak mahal harus sekaligus, jangan satu cabut lalu pasang, satu cabut lalu pasang!”

Duh pasang implant? 2 lagi? Lemes saya. Memang murah dok? Itu hari satu saja biaya pasang gigi implant total RM 5000, ini 2? Habis berapa? mana harga-harga sudah naik lagi? Wah puyeng deh…Saya mau diskusi dan bertanya banyak tentang implan ini, dokter tidak ada waktu. Jadi bagaimana nasib gigi saya ini? Saya akhirnya dikasih obat dan disuruh buat janji untuk bulan depan. Pokoknya saya akan email dokter deh kalau dokter sibuk terus pada jam praktek.

advise dokter Lumayan enek juga makan obat segini banyak

Ini saya copykan tentang gigi implant :

Maret 24, 2008

Solusi Nyaman Gigi Ompong

Posted by newsmile99 under Implant Gigi

Solusi nyaman gigi ompong
22-Nov-2007 13:37:22
Hasil survei kesehatan nasional dalam kurun waktu 10 tahun terakhir menunjukkan 60%-70% prevalensi
kesehatan gigi di Indonesia ada dalam tingkatan buruk. Umumnya terjadi pembusukan gigi dan gigi
berlubang.
Tidak mengherankan jika tren gigi permanen tanggal atau ompong semakin meningkat. Hal ini tidak hanya
mengganggu penampilan, tetapi juga membuat kegiatan menguyah terasa tak nikmat bahkan menyakitkan.
Sejak lama masalah ini diatasi dengan penggunaan gigi palsu. Namun, metodenya yang sederhana sering
bikin repot. Mulai dari harus sering dicopot untuk dibersihkan atau malah copot lantas tertelan.
Untung teknologi kedokteran berkembang pesat dengan penanaman gigi (dental implant). Menurut Neo Tee
Khin, salah satu ahli gigi implan di klinik Bedah Gigi Henry Lee di Mount Elizabeth Medical Centre,
Singapura, dental implant adalah penanaman gigi palsu yang terbuat dari titanium murni yang bersifat
biocompatible.
Artinya, menurut pengajar di National University of Singapore itu, implan dapat diterima dan terintegrasi
dengan baik dalam tubuh manusia, tanpa komplikasi atau reaksi penolakan dari jaringan tubuh. Hal ini
penting sebab implan ditanam pada rahang dan gusi untuk menggantikan akar gigi asli yang tanggal.
Proses pemasangannya memang rumit, tetapi sangat cepat. Cukup satu jam sejak pasien dibaringkan di
kursi operasi. Dokter sudah memiliki rencana operasi yang matang berkat teknologi komputer.
Mula-mula mulut pasien akan dipetakan dengan alat CAT-scan, sehingga pembuatan gigi palsu dan tulang
rahang dapat dilakukan secara cepat dan akurat karena ukuran rahang dan gigi didapat secara tepat.
“Dengan citra tiga dimensi rahang pasien yang lengkap tersebut, pemasangan sekrup sekaligus gigi palsu
dilakukan dengan cepat,” tutur sesama ahli implan, Ansgar C. Cheng.
Bandingkan dengan implan zaman dulu yang bisa berlangsung selama empat hingga sembilan bulan karena
gigi harus berulang kali disesuaikan. Dengan CAT-scan, implan terpasang dengan baik tanpa perlu
mengganggu gigi-gigi sehat lainnya.
Bius lokal
Menurut Cheng, dalam sekali proses sebanyak 14 gigi bisa ditanam dengan gangguan yang sangat minim.
Pasien tidak perlu disayat atau dijahit, hanya dibius lokal dan tidak sakit. Setelah beberapa saat, pasien bisa
kembali beraktivitas seperti sediakala.
Salah satu pasien, Madam Lee usai melakukan proses implan gigi bisa langsung menggigit buah pepaya
yang disodorkan kepada dokter Neo Tee Khin.
Melihat teknik pembedahan dan waktu dental implan ini, Neo menjamin sebagian besar pasien dengan
beragam kondisi bisa ditangani dengan aman. Namun, bagi pasien dengan gangguan ginjal, diabetes
melitus, hipertensi, dan jantung memerlukan catatan medis yang memungkinkan dilakukan tindakan operasi.
“Hanya saja wanita hamil tidak disarankan menjalani prosedur ini. Hal ini diberlakukan demi keamanan bayi.
Karena beberapa obat, entah itu bius atau antibiotika, harus dikonsumsi saat operasi dan demi mencegah
terjadinya infeksi usai operasi,” ujar dokter Helena Lee yang ikut memberikan penjelasan.
Helena Lee adalah jebolan Universitas London yang ahli dalam operasi implan gigi dengan kondisi tulang
rahang tipis.
Tentu saja untuk kualitas yang di atas rata-rata ini sebanding dengan duit yang harus dikeluarkan dari saku
Anda. Untuk biaya CAT-scan saja, Anda mesti menyediakan uang Rp3 juta-Rp6 juta.
Untuk pemasangan 12 sampai 14 gigi membutuhkan biaya Rp177 juta. Kalau dihitung-hitung setiap gigi
butuh biaya Rp18 juta sampai Rp30 juta.
Memang, biaya yang harus dikeluarkan untuk implan gigi ini masih relatif mahal dibandingkan dengan
penggantian gigi konvensional yang lama dan menyakitkan. Namun, metode tersebut tentunya memberi
banyak keuntungan. Salah satunya adalah bahwa gigi yang berdekatan akan tetap terlindungi.
Sebagai gambaran, pada penggantian gigi konvensional, ada satu teknik yang dilakukan dengan metode
jembatan. Teknisnya, gigi yang berdekatan dengan lokasi gigi tanggal sedikit dikorbankan untuk mengaitkan
gigi baru. Dengan begitu, akan terbentuk sebuah ‘jembatan’.
Kondisi tersebut tidak dijumpai pada implan gigi. Sebab, pada gigi yang ditanam, penggantian tersebut tidak
akan mengorbankan dua gigi yang saling berdekatan. Implan gigi berdiri sendiri. Keadaan ini tentu saja
menguntungkan pasien dan dokter, terutama dalam hal perawatan gigi.(Algooth Putranto/JBBI

Naaaaah begitulah kisah hari ini. Do’ain saya ya, agar dokternya bisa diajak ngobrol.


2 Responses to “Pilih mana..Sakit Gigi atau Sakit Hati?”

  1. dokter gigi risda Says:

    Bikin gigi palsu akrilik 150rb, bikin gigi palsu yang tidak akan pecah 450rb untuk gigi pertama gigi selanjutnya 150rb. Bersihkan karang gigi 150rb untuk rahang atas dan bawah, bridge 1,5jt untuk 1gigi. Memutihkan gigi 2jt. Jaket untuk 1gigi 2jt, behel kawat gigi permanent 4jt udah termasuk kontrol sampe selesai. Hubungi dokter gigi risda 02195946637

  2. gulam Says:

    mahal sekali yah biaya implan. 177 juta. biarlah gigi ompong, tapi pasang gigi palsu lepasan aja.. uang segitu mending buat nyekolahin anak..

Leave a Reply