Siomay yang ngangenin..

Selasa minggu lalu adalah giliran masak di rumah . Karena sibuk nyiapin barang dan bahan, saya lupa ambil  photo step by stepnya, jadi mau langsung di post tulisan ini, mood nya hilang deh. Soalnya photo bisa mewakili cerita, gak tahu kok saya senang kalau cerita itu ada photonya.

Siomay yang dibuat sengaja dari 2 bahan. Yaitu ikan tenggiri dan ayam. Enakan mana ikan sama ayam? Karena bumbunya sama perasaan rasanya sama pula ya? Saya tanya mbak Anita mau pakai resep siapa? Saya banyak resep dan enak-enak lagi jadinya bingung memilih. Mbak Anita bilang terserah, pokoknya yang enak saja. Akhirnya diputuskan memasak siomay ala bundanya Vinda. Tetapi siomay bunda agak sedikit keras, khan enak kalau agak kenyal-kenyal gitu. Maka kata Bu Eri biar kenyal dibuat biang dulu, terigu yang diseduh air panas setelah dingin ditambahkan kepada adonan ikan.

Oh ya kali ini yang hadir seperti biasa, saya, mbak Anita, bu Handoyo, Alvi minus Iffah. Iffah lagi sibuk melayani sang suami tercinta yang baru pulang mudik. Gak apa-apa ya…ibadah. Terus satu lagi nih, sengaja diundang sang suhu yang biasa membuat siomay yaitu bu Eri, beliau kalau membuat bumbu siomay mantap deh…… Si Firda sampai menjilat sisa bumbu di piring, kalau yang ada di jari mah udah bersih duluan.

Mbak Anita dan bu Handoyo yang baru pertama kali ke rumah saya, apa coba reaksi mereka? “Wah rumahnya bagus dan besar lagi!” Eiit saya langsung pegang hidung, takut terbang. Ini bukan rumah saya masalahnya rumah orang! “Ya mudah-mudahan bisa terbeli rumah baru bu!” tambah bu handoyo. Aamiin deh

Acara memasak langsung saja dimulai. Mbak Anita langsung menguliti ikan untuk diambil dagingnya, bu Handoyo membersihkan udang, bu Eri dan Alvi menyiapkan bumbu dan kupas-kupas bawang. Saya menyiapkan alat-alat, seperti kukusan dan blender. Kurang lebih 2 jam bahan-bahan siap tunggu masak. Siomay dari ikan tenggiri agaknya kebanyakan tepung deh, rasa ikannya kurang terasa tapi gak apa-apa enak juga, yang dari ayam kami pakai labu siam supaya agak kenyal dan tepungnya sedikit saja, jadi agak lumayan uenak…

Wuah…setelah jadi ternyata uenak juga, Tapi kata mbak Anita kalau ditambah air parutan jahe untuk adonan ikan akan lebih enak. (Nanti saya coba lagi deh). Selain itu mbak Anita dan bu Handoyo membawa tahu goreng, lebih memvariasikan siomay, Alvi membawa kacang goreng tumbuk mempercepat kerja membuat bumbu. Alhasil siomay yang sudah masak ini buanyaaaak sekali. Kami mendapat bagian banyak banget, Duh Iffah…padahal kalau datang lebih dari cukup nih, bisa untuk makan 2 hari bagi yang diet..hehe.

Satu lagi yang menyenangkan memasak kali ini, ada Caroline, si cantik mungil anaknya bu Handoyo, ikut bantu-bantu kami, terimakasih ya sayang..Kebetulan sekolah Internasional lagi pada libur Deepavali.

Ini ada juga photo yang bisa terambil. Ibu-ibu tidak sempat diphoto sama-sama, selain pada berbuka ria gak pakai tudung saking panasnya juga terlupakan..Dan saking lagi terlupanya  nih, pas mbak Anita pulang, bahkan dia sudah sampai di mobilnya. Alvi yang masih ikut beres-beres bilang, “Lho bu ini tudung siapa?” Punya Firda kali? tapi kok besar….eh.itu punya mbak Anita. OOOOi..jangan pulang dulu ini tudung ketinggalan..Untung baru masuk mobil, coba kalau keterusan sampai rumah..wah…sejuuk…kena angin kali ya?

Adonan siomay lagi dibentuk bagi-bagi bumbu ini dia siomay yang bisa ke foto, sebagian udah di makan


Leave a Reply