Indahnya sepi

Dua arjuna saya pada pergi, di rumah tinggal kami bertiga saja: Saya, Firda dan Fahima. Bapak Ad pergi ke Jepang dan abang Farid pergi sparring ke Kluang untuk 3 hari. Farid baru pergi tadi pagi, sedangkan bapak Ad sudah hampir seminggu. Saking sepinya..ketika hari menjelang gelap, selesai sholat Isyha jam 8 malaman kami sudah mulai ngantuk, dan siap-siap mau tidur. E…bapak Ad telephone menanyakan Farid bagaimana aman2 saja? Farid dimana bertandingnya? Lalu saya tanya kenapa gitu alhamdulillah aman-aman saja kok. Masalahnya dia cemas, tadi ada misscall dari no telp kepolisian Melaka, takutnya kenapa-kenapa dengan Farid. O..o itu telephone nyasar kayaknya, soalnya baru saja saya sms dgn Farid, dia mau tidur juga selepas sholat Isya. Bapak Ad cepat-cepat saja telephonenya karena mahal, disuruhnya saya buka YM, kalau mau cerita chat saja dia online terus….
Tapi ya Allah saya betul-betul lagi tidak ada mood, tak tahu kenapa…buka-buka juga YM tapi mau chat tidak berselera, malah asyik jalan-jalan di MP dan FB, mengisi-isi comment teman-teman. Entahlah Beberapa minggu terakhir ini hati saya seperti hambar…..agak kurang peduli, jadi ketika sepi ini datang, rasanya betul-betul saya nikmati…

Wuih dengan sepi setrikaan yang bertumpuk selesai…sai…sai. Dengan sepi rumah dikemas kembali dan di mop dari ujung ke ujung, dengan sepi..rumput halaman mulai rapi lagi……dengan sepi bisa masakin Firda sesuka-sukanya……. dengan sepi mau undang ibu-ibu pengajian di rumah, dengan sepi…saya selalu think..think……What can i do for myself?

Tapi tadi pagi, hati saya agak panas juga pas mengantar Farid pergi. Biasa Farid santai…disuruh cepat siap-siap sebelum taxi datang, dia asyik lihat komik saja. Ketika taxi datang baru sibuk. Saya tanya sebelum pergi semua barang-barang yang harus dibawa sudah oke? Dia bilang Insya Allah dengan pastinya. Sudahlah…kami melaju dengan taxi ke Taman Timor tempat kumpul clubnya dia. Sesudah mengantar dia dan berfoto sebentar saya langsung pulang kembali ke rumah. Belum sampai di rumah..tiba-tiba Farid telephone saya, katanya pelindung kepala dia tertinggal di bawah tempat tidurnya. Waduh……bikin kerjaan saja nih anak, berarti saya harus pulang pergi lagi ke tempat yang sama 2 kali..Duh Farid- Farid  selalu deh…inilah sifat lupa kamu yang membuat ibu tidak sabar….. Sudah berulangkali ibu pesan cek n recek ada saja….sesuatu yang teringgal. Kalu tempat itu dekat tidak masalah..INI MAH LUMAYAN ATUH…Gregetan jadinya.

Ketika saya bertemu lagi dengan dia, nampak wajah penyesalannya, dia berkali-kali, “Maaf ya bu!”, hati saya luluh juga, kesihan..ngelihat dia. Yang lain ditunggu ibu bapanya, Farid saya tinggal sendirian, Ibu juga minta maaf ya..Mudah-mudahan Farid berjaya mendapat medali…apa saja, tidak dapat pun tidak apa-apa yang penting Farid Happy. Wish you luck, Farid!

Farid turun dari taxi

Goodbye Farid .... Nah..lihat ibu donk! Bis siap berangkat..tapi absent..absent dulu


Leave a Reply