Gara-gara ngintip pengalamanan orang,..???

Karena takut teralami oleh saya, atau trauma melihat pengalaman orang, saya agak ragu ketika mendapat kejadian yang sama seperti yang teralami teman. Tapi ini mah kisah lucu, yang saya sendiri, kalau ngebanyangin cerita itu suka ketawa sendiri.

Saya membaca blognya Aden, adiknya Aris teman saya, pengalaman dia dengan tetehnya Lintang, masih adiknya Aris juga, jalan-jalan di salah satu mall di Bandung. Mereka masuk ke butik Mark & Spencer untuk mencari farfum. Tetapi karena stok farfum habis, mereka ditawarkan untuk membeli deodorant. Karena penasaran dengan harumnya, lalu mereka menciumi bau deodorant tersebut, tapi apa yang terjadi? Mereka malah bersin-bersin, bukan bau harum deodorant itu yang menusuk hidung, tapi sesuatu..yang memang mungkin lagi bau dan berkeringat lalu dengan seenaknya mengoles deodorant tester itu di ketiaknya, jadi baunya ya ampun….menempel lama dan menghalangi bau deodorant aslinya. Ih bener2 deh…….The real test. Kok bisa ya? Siapa hayo yang melalukannya? Calon pembeli atau pelayannya? Atau orang iseng ke? Seharusnya, keadaan barang-barang dagangan apalagi butik terkenal harus dijaga! Dengan begitu pembeli akan lari. Heboh deh…

Kemarin Saya pergi ke Jusco Tebrau. Rencana saya pun mau mencari deodorant, karena kebetulan persedian deodorant saya sudah menipis. Saya pergi ke butik Body Shop, lalu saya minta advise pelayan, untuk melihatkan berbagai deodorant kepada saya. Pelayan itu dengan sigapnya mengambil berbagai jenis haruman deodorant kepada saya. Ketika dia membuka tutup deodorant, secara repleks saya mundur dan menutup hidung, pelayan itu agak kaget,

“Kenapa Kak?” Saya juga kaget sendiri, kok saya begini,…”Oh..tak pe, kaget saja!”. Jawab saya cepat.

Pelayan itu mengambil tangan saya dan mengoleskan berbagai haruman deodorant di tangan saya. Karena kelihatan saya bingung memilih, lalu dia menyuruh saya mencium aroma kopi, setelah itu mencium haruman deodorant kembali. Akhirnya saya menemukan satu haruman yang simple dan dibeli deh, sebelum bilang oke, saya tanya juga sama pelayan,

“Ini mengakibatkan burket tak”? Lagi-lagi pelayan itu bingung, dan kebingungan dia menyadarkan saya kembali..

“Ehm…maksud saya, ini lengket-lengket tak?” Ha…ha. Ralat saya, untung suami dan anak2 tidak NGEH, mereka cuek saja lihat-lihat. Kalau tahu pasti protes.., “Ibu ini apaan sih?”

Setelah menerangkan panjang lebar, barulah saya pasti, dan dibelilah deodorant itu, malah suami dan Farid pun jadi tergoda untuk membelinya pula tapi yang khusus laki-laki. Wah..wah Aden, gimana ni den, teh Ai jadi ketakutan sendiri begini?, kemudian burket lagi, itu mah iklan kali ya? Ho…ho, tapi bagaimana pun pengalaman adalah guru yang terbaik, yang membuat kita jadi berhati-hati. Tapi kalau terlalu hati-hati juga jadi kebingungan sendiri. Jadi was-was. Waspadalah!!!


Leave a Reply