PDI

Ini bukan Partai Demokrasi Indonesia lho, singkatannya memang PDI. Ceritanya mau menyaingi PPI yaitu Persatuan Pelajar Indonesia. PDI adalah Persatuan Dosen Indonesia. Kumpulan dosen-dosen yang berasal dari Indonesia di UTM. Banyaknya bisa dihitung dengan jari. Paling cuma 15 orangan ya. Tambah satu dosen IndoMes. Istri dari Indonesia suami yang dosen bukan Indonesia…he..he yaitu Alvi. Suaminya bukan orang Indonesia tapi Mesir.

Hari minggu tanggal 11 Januari kemarin kami ngumpul-ngumpul, ngumpulnya ya ngumpul aja tidak aca acara khusus, seperti pengajian kek, karena tidak semua dosen muslim. Manfaatnya banyak, kita bisa saling sharing informasi dan pengalaman. Umumnya para dosen ini beda jurusan dan fakultas. Dengan adanya kumpul-kumpul begini kita menjadi lebih tahu keadaan lingkungan tempat bekerja, kalau ada kesulitan bisa dicari solusi pemecahannya gimana, pokoknya begitulah. Cuma satu dosen perempuan dari Indonesia yaitu bu Nurly yang lainnya para bapak. Jadi pada pertemuan kemarin yang sibuk ya para istri, potlak makanan.

Wah sedap deh soto mie bu Yunan, gado-gado bu Handoyo, kue2 dari bu Yanuar, Alvi, saya. Lontong dari bu Bambang. Bu Nurly menyiapkan perlengkapan makan, Pak Farid menyediakan tempat. Tapi sayang banyak yang gak bisa datang karena ada halangan. Mudah-mudahan lain waktu ya..Tapi ini gak tahu apa ada kelanjutannya atau memang sekali itu saja, yang pasti para ibu akan senantiasa berkumpul selalu. Masak-masak oke! Senam Oke! dll ya. Siiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiip pokoknya dah.

PDI, dari kiri ke kanan : Bu Nurly, pak Bustanur, pak Bambang, pak Handoyo, pak Yunan, pak Farid dan pak Hadi

Eh..pak Yanuar belum datang ya, ibunya sudah stand by, ini dia lengkapnya PDI yang hadir :

para dosen Indonesia

para istri..he he

Bu Nurly kebingungan mau ikut group mana? Ibu-ibu apa bapak-bapak. Supaya adil ya dua-duanya ya bu!


Leave a Reply