1991 – 2009, Saya dan Sari Meutia

Mau tahu rasanya jumpa teman setelah 18 tahun tidak ketemu? Wuah….tidak bisa dibilang dengan kata-kata, betapa suenengnya, gembira bukan main. Ini semua gara-gara Facebook. Ya dari facebook lah akhirnya kami bisa berkirim kabar, sampai foto masing-masing tahu, akhirnya ketemu.

Sari teman saya waktu kuliah di ITB dulu. Kami beda jurusan. Dia Astronomi 86 dan saya Kimia 86. Kami pernah bersama waktu TPB dulu di Salman menjadi Panitia Ramadhan. Dari sana kami sering mengikuti pengajian-pengajian dan akhirnya ikut pesantren di Ciburial. Yang ikut training di Ciburial itu menggabungkan diri menjadi kelompok TRACI dan seterusnya rutin mengadakan pengajian.

Sari dikenal oleh kami orangnya cerdas, bahasa Inggrisnya lancar buanget. Dia presiden club Bahasa Inggris di ITB, kalau di pengajian selalu jadi bintangnya karena tidak pernah sepi dengan pertanyaannya, orangnya supel dan penuh percaya diri, PeDe banget pokoknya, kami sering dibuat kagum olehnya. Selain di TRACI, Sari aktif di PAS, jadi temannya banyak, siapa yang tidak kenal Sari, rugi deh. Dia ini membelot dari Astronomi ke Management. Mengambil master MBA di UIA Kuala Lumpur, dan sekarang dia menjadi direktur Mizan Media Utama, hebat khan? Satu lagi Dia pun jago main piano, kemarin baru pulang berhajji. Wah saya sebagai temannya bangga buanget. Terakhir ketemu dia waktu saya penjadi penerima tamu di pernikahan dia dengan Basrah di Jakarta. Sesudah itu lost kontak. Pernah email-emailan sih waktu saya di Jepang dulu, tapi melihat foto dan beremail kembali baru sebulan ini.

Kebetulan temannya dia waktu kuliah di UIA dulu menikah di Johor, Sari datang menghadiri undangannya dan janjian bertemu saya sekalian menginap di rumah bersama kakaknya, kak Lisa. Dapat terbayangkan betapa senangnya saya. Tidak banyak berubah dia ini, dari dulu seperti begini, langsing. Cuma dandanannya  dan gaya berjilbab yang agak lain, katanya sudah ibu-ibu. Dia kaget melihat saya, yang dulu langsing..sing sekarang 2 kali lipat melebar. Ih malunya…

Saya ajak dia keliling UTM dan JB, wah nampaknya dia pun senang, dia belum pernah ke Johor masalahnya, ke Singapore sering, kumaha tah?  Komentarnya tentang JB, JB ini bersih dan klasik katanya, pas melihat Masjid Abubakar dan tempat-tempat disekitarnya. Sayangnya Sari dan kak Lisa cuma sehari saja, padahal kangen ini masih bertumpuk. Nanti datang lagi bersama keluarga ya! Ditunggu deh.

Saya dan Sari Meutia, lagi memainkan lagu Winter Sonata kesukaan saya..duh...

Kami di Ibnu Sina Kami di pintu gerbang UTM Kami di Masjid Abubakar JB Latar belakang laut di masjid Abubakar Kami di pernikahan temannya Sari


Leave a Reply