Oo..lasagna

January 26th, 2009

Makanan Itali memang mantap ya, mantap rasanya, mantap bahannya dan mantap harganya. Rasanya khas masam manis gitu, bahannya pasti ada pasta tomato, daging, keju, serta sedikit herba, harganya itu bo…mahal buanget. Saya diajak mbak Anita dan bu Jenny membuat lasagna. Wah..soal masak mah hayu atuh, masak apa saja saya selalu menyambut gembira, walaupun belum tentu anak-anak dan suami suka. Tidak masalah, saya memang mau belajar.

Saya sering mendengar makanan lasagna, tapi seumur-umur melihat real dan merasakannya belum pernah. Baru kemarin itulah. Kalau membuat spagetti sudah jago diajarin sama ni Dan waktu berkunjung ke Johor 2 tahun yang lalu. Rupanya bahan dan rasanya sama saja dengan spagetti. Cuma pastanya tidak berupa mie tapi lembar-lembar gitu. Membuatnya gampang banget ternyata. Kalau disuruh milih saya suka lasagna di banding spagetti. Lasagna lebih banyak kejunya, dan disetiap lapis ada bumbu spagetti dan keju, itu yang membuat yummy, apalagi dimakan hangat-hangat. Dan yang lebih membahagiakan saya, Fahima suka. Hore…sampai minta tambah terus. Wah jadi semangat saya. Tapi yang diragukan suami pasti tidak suka. Yang namanya pizza juga dia ogah. Spagetti enggan apalagi lasagna no way kali. Dia mah asli anak Minang, suka makanan kampung sendiri. Kalau pergi jalan-jalan….lapar..dicarinya restoran Padang. Tidak apa-apa lah murah meriah…yang penting makan kenyang sudah cukup. Terimakasih mbak Anita ya…..sudah banyak nih ilmunya diturunkan kepada kami, jazakillah ya..

Lasagna.....memang uenak skali

1991 – 2009, Saya dan Sari Meutia

January 26th, 2009

Mau tahu rasanya jumpa teman setelah 18 tahun tidak ketemu? Wuah….tidak bisa dibilang dengan kata-kata, betapa suenengnya, gembira bukan main. Ini semua gara-gara Facebook. Ya dari facebook lah akhirnya kami bisa berkirim kabar, sampai foto masing-masing tahu, akhirnya ketemu.

Sari teman saya waktu kuliah di ITB dulu. Kami beda jurusan. Dia Astronomi 86 dan saya Kimia 86. Kami pernah bersama waktu TPB dulu di Salman menjadi Panitia Ramadhan. Dari sana kami sering mengikuti pengajian-pengajian dan akhirnya ikut pesantren di Ciburial. Yang ikut training di Ciburial itu menggabungkan diri menjadi kelompok TRACI dan seterusnya rutin mengadakan pengajian.

Sari dikenal oleh kami orangnya cerdas, bahasa Inggrisnya lancar buanget. Dia presiden club Bahasa Inggris di ITB, kalau di pengajian selalu jadi bintangnya karena tidak pernah sepi dengan pertanyaannya, orangnya supel dan penuh percaya diri, PeDe banget pokoknya, kami sering dibuat kagum olehnya. Selain di TRACI, Sari aktif di PAS, jadi temannya banyak, siapa yang tidak kenal Sari, rugi deh. Dia ini membelot dari Astronomi ke Management. Mengambil master MBA di UIA Kuala Lumpur, dan sekarang dia menjadi direktur Mizan Media Utama, hebat khan? Satu lagi Dia pun jago main piano, kemarin baru pulang berhajji. Wah saya sebagai temannya bangga buanget. Terakhir ketemu dia waktu saya penjadi penerima tamu di pernikahan dia dengan Basrah di Jakarta. Sesudah itu lost kontak. Pernah email-emailan sih waktu saya di Jepang dulu, tapi melihat foto dan beremail kembali baru sebulan ini.

Kebetulan temannya dia waktu kuliah di UIA dulu menikah di Johor, Sari datang menghadiri undangannya dan janjian bertemu saya sekalian menginap di rumah bersama kakaknya, kak Lisa. Dapat terbayangkan betapa senangnya saya. Tidak banyak berubah dia ini, dari dulu seperti begini, langsing. Cuma dandanannya  dan gaya berjilbab yang agak lain, katanya sudah ibu-ibu. Dia kaget melihat saya, yang dulu langsing..sing sekarang 2 kali lipat melebar. Ih malunya…

Saya ajak dia keliling UTM dan JB, wah nampaknya dia pun senang, dia belum pernah ke Johor masalahnya, ke Singapore sering, kumaha tah?  Komentarnya tentang JB, JB ini bersih dan klasik katanya, pas melihat Masjid Abubakar dan tempat-tempat disekitarnya. Sayangnya Sari dan kak Lisa cuma sehari saja, padahal kangen ini masih bertumpuk. Nanti datang lagi bersama keluarga ya! Ditunggu deh.

Saya dan Sari Meutia, lagi memainkan lagu Winter Sonata kesukaan saya..duh...

Kami di Ibnu Sina Kami di pintu gerbang UTM Kami di Masjid Abubakar JB Latar belakang laut di masjid Abubakar Kami di pernikahan temannya Sari

Kali pertama

January 22nd, 2009

Barangkali bagi mereka yang sudah pandai meyetir mobil, membawa mobil adalah hal yang biasa dan gampang saja. Tidak ada istimewanya. Bagi saya yang baru belajar, bisa membawa mobil sendiri adalah sesuatu yang luar biasa. Bener-bener pengalaman yang mendebarkan. Perasaan jantung berdebar lebih kencang seperti beduk lebaran…tidak mengenakkan. Perasaan ini selalu datang ketika mau menyetir mobil, tangan pun berkeringat…ah pokoknya teu enak cicing da kalau dalam bahasa Inggrisnya mah.

Pengalaman dulu, menabrak mobil orang selalu terbayang-bayang, mau tekan rem eh malah tekan gas. Jadinya ketika menyetir sekarang, ekstra konsentrasi, jangan sampai salah tekan lagi. Nasib baik suami memperhatikan kelemahan saya, konsentrasi akan terbagi kalau kita menyetir mobil manual, karena di satu sisi kaki dan tangan kita menekan kopling dan memindahkan gigi, di satu sisi perhatian kita ke jalan. Oleh sebab itu suami mengusahakan mobil otomatis untuk saya. Alhasil saya bisa langsung membawa mobil dengan mudahnya karena tinggal atur gas dan rem, tidak usah mikir mindahin gigi segala. Tapi kadang-kadang feeling belum ngena, jadi sering sekali klakson mobil di belakang berbunyi karena saya jalan terlalu lambat atau ketika belok di belakang tiba-tiba mobil datang dengan kencangnya. Memang harus sering latihan muter-muter.

Sekitar rumah ke UTM boleh dikatakan saya sudah penuh percaya diri deh, tetapi kalau agak jauh masih ragu. Masalahnya kalau tidak coba kapan bisanya ya? Minggu kemarin suami saya pergi induksi pensyarah asing di Melaka selama seminggu. Saya betul-betul harus mandiri kalau ada hal-hal antar jemput anak-anak. Kebetulan si Firda ada camp di sekolahnya dan keesokan harinya saya harus menjemput ke sekolah. Sekolah Firda dari rumah lumayan jauh, ada kurleb 30 Km, lagian jalan menuju sekolah itu agak sibuk dan banyak truk. Duh…siang malam kepikiran sama saya, mudah-mudahan deh Firda inisiatip menumpang sama orang dan menelpon saya tidak usah menjemput. Acara Firda selesai jam 3.30 sore tapi dari pagi jantung saya ini berdebar terus.

Sampai mendekati jam nya, suami menelpon saya supaya jangan lupa menjemput Firda, saya bilang, “Oh iya lupa ya…sebentar lagi mau pergi!” Padahal mah ini sesuatu yang tidak terlupakan….saya mengulur-mengulur waktu saja, sambil menunggu telephon dari Firda, mengulur waktu maksudnya biar tidak terlalu ramai di sekolahnya karena kebanyakan para orang tua pasti menjemput juga. Karena Firda tidak menelphon-menelphon juga, akhirnya saya ditemani Farid jadi deh meluncur ke sekolah. Tahu tidak? ini yang dibilang amazing buat saya, awalnya mendebarkan, setelah di jalan alhamdulillah lancar………,malah kata si Farid ibu kok ngebut-ngebut. Perasaan mendebarkan itu hilang, malah saya tampak berani, yang penting sering-sering lihat kaca spion ke tiga-tiganya, kiri, kanan dan tengah (pesan suami selalu saya ingat). Waktu saya jalan kemarin, jalanan seperti sepi padahal biasanya ramai, jadi mau U turn di Skudai menuju Impian Emas dengan aman saya lalui. Alhamdulillah, disepanjang jalan saya berdoa penuh harap pada Allah, agar di mudahkan dalam perjalanan ini. Bahkan saya sampai memohon pada Allah, kalau saya harus mati jangan di jalan raya, jangan susahkan orang-orang tersayang, kalau harus mati selagi tidur atau selagi sholat saja tidak apa-apa. Itulah saya….dan Allah mengabulkan..

Ada yang pelik, ketika saya sudah sampai ke sekolah Firda, khan saya mau belok ke halaman sekolah sebelah kanan tapi penuh, padahal lampu isyarat kanan saya on kan. Di belakang banyak truk lagi, eh..kesalahan saya, saya lupa menukar sign lampu ke kiri  dengan cueknya saya belok ke kiri, di belakang truk yang mau maju ngerem mendadak, katanya hampir nabrak mobil kami kata si Farid. Tapi supir truk itu tidak menglakson saya ataupun marah-marah malah memberi jalan,…Ya Allah terimakasih, kalau Engkau menghendaki semua akan terjadi apapaun diluar kehendak manusia. Mendengar keterangan Farid itu,  termenung juga saya, itu kesalahan terbesar saya, jangan cuek….!!

Di sekolah sudah sepi, Farid turun mencari Firda tapi Firda sudah tidak ada, kemana ya? Saya telephon kak Iza jangan-jangan Firda numpang sama dia, Eh…betul saja Firda numpang sama kak Iza. Kak Iza ini baik sekali, selalu kalau ada apa-apa mengajak Firda pulang bersamanya. Pas kak Iza tahu saya jemput Firda ke sekolah sendiri , komentarnya, “Wah..dasyatnya Ai..!”. Akhirnya saya disuruh ngambil Firda di rumahnya dan kak Iza minta tolong, ada anak tetangganya yang masih tinggal di sekolah, mau ikut kak Iza mobilnya penuh jadi tumpang saya. Saya tidak masalah.

Perjalanan pulang pun alhamdulillah lancar, kesalahan saya satu lagi, saya asyik saja berjalan di sebelah kanan, maksudnya kalau belok ke Impian Emas kembali bisa lebih gampang. Rupanya setelah sadar kok kenapa mobil banyak menyalib saya di sebelah kiri? Rupanya saya berjalan pelan..padahal 60 Km lho, berarti mobil itu kencang-kencang. Lagi-lagi mobil-mobil itu tidak ada yang mlototin saya, baguslah mungkin gara-gara label P di mobil saya, jadi harap maklum saja yah….

Ini label P, semua harap maklum yah, masa percobaan...

Akhirnya saya sampai di rumah kak Iza, kak Iza berhamburan keluar bersama anak-anaknya dan mengasih salam sama saya, “Alhamdulillah!” katanya. “Nanti Ai akan biasa!” Terimakasih kak Iza…….Kak Iza pun tertawa mendengar kisah kali pertama saya ini.

Sesampainya di Rumah, saya langsung sujud syukur, Terimakasih banyak-banyak Ya Allah, kami selamat sampai di rumah. Dan besoknya saya pun tambah semangat berlatih, muter-muter Taman U, Jusco dan Giant. Kemudian pulang lewat Pulai Spring yang lumayan rawan juga kalau belok dari situ menuju Taman Sripulai. Tapi itu dia..di Jusco dan Giant saya memilih parkiran yang menyendiri, takut menabrak mobil orang lagi, tidak apa-apa mobil parkir kepanasan, yang penting aman. Betul tidak? Nah tadi malam nih saya pun coba menyetir malam ke Jusco, dan alhamdulillah..aman. Jadi kita akan bisa kalau biasa, tinggal melatih parkir saja yang masih miring-miring. GANBATTE KUDASAI…

PDI

January 18th, 2009

Ini bukan Partai Demokrasi Indonesia lho, singkatannya memang PDI. Ceritanya mau menyaingi PPI yaitu Persatuan Pelajar Indonesia. PDI adalah Persatuan Dosen Indonesia. Kumpulan dosen-dosen yang berasal dari Indonesia di UTM. Banyaknya bisa dihitung dengan jari. Paling cuma 15 orangan ya. Tambah satu dosen IndoMes. Istri dari Indonesia suami yang dosen bukan Indonesia…he..he yaitu Alvi. Suaminya bukan orang Indonesia tapi Mesir.

Hari minggu tanggal 11 Januari kemarin kami ngumpul-ngumpul, ngumpulnya ya ngumpul aja tidak aca acara khusus, seperti pengajian kek, karena tidak semua dosen muslim. Manfaatnya banyak, kita bisa saling sharing informasi dan pengalaman. Umumnya para dosen ini beda jurusan dan fakultas. Dengan adanya kumpul-kumpul begini kita menjadi lebih tahu keadaan lingkungan tempat bekerja, kalau ada kesulitan bisa dicari solusi pemecahannya gimana, pokoknya begitulah. Cuma satu dosen perempuan dari Indonesia yaitu bu Nurly yang lainnya para bapak. Jadi pada pertemuan kemarin yang sibuk ya para istri, potlak makanan.

Wah sedap deh soto mie bu Yunan, gado-gado bu Handoyo, kue2 dari bu Yanuar, Alvi, saya. Lontong dari bu Bambang. Bu Nurly menyiapkan perlengkapan makan, Pak Farid menyediakan tempat. Tapi sayang banyak yang gak bisa datang karena ada halangan. Mudah-mudahan lain waktu ya..Tapi ini gak tahu apa ada kelanjutannya atau memang sekali itu saja, yang pasti para ibu akan senantiasa berkumpul selalu. Masak-masak oke! Senam Oke! dll ya. Siiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiip pokoknya dah.

PDI, dari kiri ke kanan : Bu Nurly, pak Bustanur, pak Bambang, pak Handoyo, pak Yunan, pak Farid dan pak Hadi

Eh..pak Yanuar belum datang ya, ibunya sudah stand by, ini dia lengkapnya PDI yang hadir :

para dosen Indonesia

para istri..he he

Bu Nurly kebingungan mau ikut group mana? Ibu-ibu apa bapak-bapak. Supaya adil ya dua-duanya ya bu!

Hari Keluarga IIS

January 1st, 2009

Sudah terlambat posting nih, tapi tidak apa, kenangannya masih nempel di ingatan. Supaya tidak hilang saya tulis disini. Tanggal 22 November 2008 kemarin, di tempat suami bekerja ada sambutan hari keluarga para staf. Seluruh staf hadir bersama para keluarganya. Kita bisa saling mengenal satu sama lain. Si A, si B anaknya berapa dlsb. Masing-masing memperkenalkan diri di podium, lalu tukar-tukaran hadiah. Lucu-lucu dan menarik acaranya.

Acara ini diadakan di La STELLA WATER THEME PARK STARHILL GOLF & COUNTRY CLUB, wah…..asyik deh tempatnya, pihak penyelenggara menyerahkan seluruhnya kepada penanggung jawab tempat itu untuk mengatur semua acara permainan dan menyiapkan makan untuk sarapan dan makan siang hari. Kita tinggal bayar saja, semua sudah lengkap. Per keluarga bayar RM 150.

22112008526.jpg Water theme park dilihat dari atas 22112008528.jpg 22112008527.jpg

Permainan untuk anak-anak dan dewasa baik di lapangan maupun di kolam renang betul-betul mengasyikkan. Seakan lupa saja penat lelah, apalagi bagi para staf yang seharian bergelut dengan tugas. Nampak gembira berhahaha…., bermain sepuas hati, tidak penting menang atau kalah..semua enjoy. Terimakasih buat panitia, betul-betul menyenangkan…..Mudah-mudahan tahun depan lebih seru lagi ya..!!  Ini beberapa permainan yang sempat diambil gambarnya sebenarnya masih banyak lagi. permainan di dalam air,….tapi itu dia gak sempat ke photo soalnya saya pun asyik bermain juga.

permainan di lapangan panitia memberi pengarahan, bapak Ad serius amat tuh.. ini namanya permainan waiter sprint. Ini permainan water bomb. Bomb air bisa meledak kalau tidak tertangkap Ibu berhasil lempar bomb nih Firda pun siap bermain, mengisi air ke botol Akmal lagi ngisi air ke botol

Menu makan siang pun lumayan enak. Ada nasi minyak, ayam kecap, ikan asam manis, sayur capcay,spageti, sosis sambal, salad, buah dan puding.

Nasi minyak ayam kecap ikan asm manis capcay spagetti sosis sambal salad buah n puding Walaupun makanan buat saya enak2, tapi buat Firda???? susah deh bapak Ad n konco para staf n kel ini vip, lain sendiri ya? podium

Akhirnya……J.CO di buka juga di Johor.

December 31st, 2008

Bagi penggemar donat, yang lembut, enak dan…ehm…..gak puas-puas. Makan satu tidak cukup saking yummy nya. Sekarang patut bergembira, karena sudah di buka di Johor. Tepatnya di City Square level 1. Tapi mak!! yang beli antri…, walaupun banyak yang beli donatnya gak habis-habis. Soalnya dibuat disitu juga.

lebel donat J.CO

Wah sekarang tidak usah jauh-jauh pergi kalau mau donat enak, biasanya kalau ada saudara datang dari Indonesia  selalu bawain, atau kalau pergi ke Singapore dan Kuala Lumpur saja bisa makan donat ini. Mau? tinggal pergi saja ke City square. Kami beli satu lusin habis seketika. Ada rasa green tea yang menjadi favorit, juga rasa tiramisu. Untuk Fahima donat salju saja sudah comot-comot, apalagi yang berkrim. Hayo siapa yang tergoda? Harganya pun bolehlah…1 donat RM 2.40, 1/2 lusin RM 11.90, kalau satu lusin RM 21 an…..Dijamin ketagihan, he…he

ini dia donatnya Banyak pilihannya lho... Minumannya banyak pilihan antri.. Antrian tambah panjang saja..

Fahima penggemar donat salju

Hari Ibu bersama DR. Nursanita Nasution

December 26th, 2008

Wah….bener rugi deh, apa yang dibilang pak Azhari itu betul. Rugi kenapa? Rugi karena saya tidak bisa mengikuti keseluruhan acara seminar sehari bersama DR. Nursanita Nasution.

undangan seminar

Seminar dalam rangka memperingati hari ibu yang diprakasai oleh PIP PKS JB, masalahnya si baby kecil saya yang sudah mulai toddler ini, rewel. Diajak ke dalam menangis, di luar pun menangis jadinya saya keringatan sendiri deh, duh…sabar ibu. Nasib baik tangan ini enggan mencubit, kalau saja terjadi…wah Fahima menangisnya gak berhenti-berhenti kali.

Kalau kakak Firda ikut tentu ibu bisa leluasa ikut seminar, sayangnya kakak Firda lagi ikut pertandingan taekwondo sama abang di Skudai Parade. Setelah diajak kelililing lihat kolam renang, barulah agak tenang sedikit. O…o rupanya dia mengantuk. Syukur deh, saya ayun-ayun baby car nya dan alhamdulillah…dia tertidur. Sessstttt….. saya bisa ikutan seminar kedalam. Tapi sayang…..seminar itu sepertiga akhir dan tinggal tanya jawabnya. Tapi tidak apa-apa walaupun sedikit, manfaatnya besar buat saya. Selain itu saya bisa menyaksikan Rela & friends bernasyid……Suaranya merdu-merdu deh. Saking merdunya  serasa dibuai nyanyian dari kejauhan. He…he suaranya tidak lepas ya jadi kurang keras deh, apalagi mikrophonenya cuma satu, yang nyanyi 5 orang. Tapi kami terhibur kok.

Rela n Friends bernasyid

Seminar dalam memperingati hari ibu kemarin, berbicara mengenai wanita yang berdaya. Memang sesuailah dengan moment hari ibu sebenarnya. Hari ibu sebenarnya bukan sekedar hari untuk memperingati keberadaan ibu-ibu di belahan Indonesia ini, tetapi memperingati kebangkitan para wanita Indonesia untuk sama-sama berkiprah di segala bidang di belantara dunia kehidupan.

Tugas para ibu yang tidak kalah beratnya dibanding dengan para bapak atau lelaki adalah kemampuan yang tidak bisa dianggap remeh. Tugas para ibu yang bisa menjaga kestabilan hiruk pikuk dunia dari segala macam halangan dan godaan dengan menjaga dan mengantar seorang anak menjadi manusia yang berkualitas, makanya tuntutan para wanita Indonesia zaman dulu adalah persamaan hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Pendidikan untuk para wanita agar menghasilkan manusia yang cerdas. Cerdas dalam arti manusia yang mampu mennghadapi perjalanan hidupnya untuk apa!

Makanya wanita sekarang sesuai tuntutan zaman, harus berdaya. Keharusan bagi wanita sekarang harus memiliki daya atau potensi, diantaranya daya Ruhiyah atau spiritual, daya struktural, daya emosional, daya intelektual, daya management, daya fisik Dll. Komplit….deh.

seminar seminar seminar seminar

Tidak heran sekarang wanita Indonesia sudah banyak yang menjadi wanita-wanita perkasa penuh daya. Ada yang menjadi wanita karir, termasuk bu Nursanita kali ya? Wanita yang aktif ikut memikirkan arus politik bangsa sebagai anggota DPR, kemudian sebagai ibu dari 7 orang anak, sebagai tenaga pengajar di UI.

Lalu saya? sebagai wanita biasa, ibu rumah tangga biasa. Saya dan Ibu Nursanita memang dari lahir jalur nasibnya sudah berbeda. Semasa sekolah dulu, ibu Nursanita sudah menjadi aktifis, sedangkan saya pasifis. Ibu Nursanita banyak peduli sama lingkungan, saya terjebak oleh lingkungan. Wah…kalau cerita zaman-zaman dulu, luka-liku perjuangan hidup saya, susah……..Untung saya bisa masuk ITB itu karena jalur PMDK, kalau tidak saya mungkin tidak bisa kuliah karena keluarga yang serba kekurangan,…hu…hu pengen nangis kalau melihat masa lalu. Jangankan memikirkan lingkungan untuk memikirkan diri sendiri saja tidak bisa. Kalau saja…tidak ada orang yang berbaik hati kepada saya, yang membayarkan separuh uang kuliah saya, entahlah jadinya apa saya ini. Terimakasih untuk kel Avalpo Suprayogi dan terimakasih juga untuk suamiku yang siap membantu saya dalam masa-masa sulit dulu, sama-sama mengerjakan tesis sampai bisa lulus sama-sama…..cieu.

Tapi dari pengalaman masa lalu itu saya merasa nampaknya hidup saya memang sudah harus begini adanya. Saya salut sama wanita karir tetapi saya bangga dengan ibu rumah tangga saja. Yang penting saya punya ilmu, bekal hidup saya. Saya tidak menyesal sekolah tinggi-tinggi akhirnya jadi ibu rumah tangga biasa. Cuma sesekali kadang-kadang bosan saja, dan tidak bisa merasakan enaknya uang dari jeripayah sendiri. Karena ibu Nursanita bilang dan didalam islam sendiri, kalau wanita bekerja, gajinya 100 % milik dia sendiri bukan milik suami, itu saja perbedaan antara wanita karir dan ibu rumah tangga. Wanita karir bisa ngelmu dari lingkungan tempat dia bekerja, ibu rumah tangga pun bisa ngelmu dari suami, teman, dan anak-anak.

Mentang-mentang ingin jadi wanita berdaya, lalu ada wanita yang menjadikan obsesinya dengan memilih jadi istri simpanan atau istri kedua, ketiga dst dari suami berdaya atau para pejabat……..Naaah bagaimana ini? Itu salah satu pertanyaan dari peserta. Bu Nursanita bilang, tidak betul itu. Dimana-mana baginya yang mau dijadikan istri kedua atau ketiga atau seterusnya itu bukan wanita berdaya apalagi jadi istri simpanan. Pada hakekatnya walaupun poligami itu dibolehkan didalam islam, kalau tujuannya tidak masuk akal kenapa menikah lagi, dia kurang respek…….ya betul saya juga! Jadi lebih baik menjadi istri yang pertama dan terakhir. Caranya kita harus pandai-pandai menjaga hubungan keluarga dengan komunikasi yang harmonis. Insya Allah….langgeng katanya….

berphoto bersama panitia lagi berphoto bersama panitia

Break….break…Fahima bangun dan menangis lagi akhirnya saya pun keluar ruangan seminar lagi. Sampai selesai deh. Terakhir bu Nursanita berjanji kalau dia terpilih lagi menjadi anggota legislatif di tahun mendatang, dia akan selalu berusaha memperjuangangkan hak-hak para wanita terutama para TKW untuk mendapatkan “Ilmu” itu dengan adanya trainning center. Dan disarankan agar para wanita dan ibu, semangat mencari ilmu, baik itu dengan membaca atau usrah, minimal satu minggu sekali. Kalau ada sembarang keluhan atau masalah boleh hubungi dia, kapan saja. Jadi pilihlah dia…..(kata Krisdayanti)….dia siapa? ya PKS…hayo…hayo saya yang yang kampanye jadinya….. Tapi saya tidak memaksa lho….Pemilu nanti, pilihlah pemimpin yang sesuai dengan hati nurani kita, dan lihat pemimpin itu apakah mereka bisa menjaga amanah atau tidak. Setuju?????? Hayo siapa takut???

kartu nama Bu Nursanita Kartu nama bu Nursanita

Gara-gara ngintip pengalamanan orang,..???

December 25th, 2008

Karena takut teralami oleh saya, atau trauma melihat pengalaman orang, saya agak ragu ketika mendapat kejadian yang sama seperti yang teralami teman. Tapi ini mah kisah lucu, yang saya sendiri, kalau ngebanyangin cerita itu suka ketawa sendiri.

Saya membaca blognya Aden, adiknya Aris teman saya, pengalaman dia dengan tetehnya Lintang, masih adiknya Aris juga, jalan-jalan di salah satu mall di Bandung. Mereka masuk ke butik Mark & Spencer untuk mencari farfum. Tetapi karena stok farfum habis, mereka ditawarkan untuk membeli deodorant. Karena penasaran dengan harumnya, lalu mereka menciumi bau deodorant tersebut, tapi apa yang terjadi? Mereka malah bersin-bersin, bukan bau harum deodorant itu yang menusuk hidung, tapi sesuatu..yang memang mungkin lagi bau dan berkeringat lalu dengan seenaknya mengoles deodorant tester itu di ketiaknya, jadi baunya ya ampun….menempel lama dan menghalangi bau deodorant aslinya. Ih bener2 deh…….The real test. Kok bisa ya? Siapa hayo yang melalukannya? Calon pembeli atau pelayannya? Atau orang iseng ke? Seharusnya, keadaan barang-barang dagangan apalagi butik terkenal harus dijaga! Dengan begitu pembeli akan lari. Heboh deh…

Kemarin Saya pergi ke Jusco Tebrau. Rencana saya pun mau mencari deodorant, karena kebetulan persedian deodorant saya sudah menipis. Saya pergi ke butik Body Shop, lalu saya minta advise pelayan, untuk melihatkan berbagai deodorant kepada saya. Pelayan itu dengan sigapnya mengambil berbagai jenis haruman deodorant kepada saya. Ketika dia membuka tutup deodorant, secara repleks saya mundur dan menutup hidung, pelayan itu agak kaget,

“Kenapa Kak?” Saya juga kaget sendiri, kok saya begini,…”Oh..tak pe, kaget saja!”. Jawab saya cepat.

Pelayan itu mengambil tangan saya dan mengoleskan berbagai haruman deodorant di tangan saya. Karena kelihatan saya bingung memilih, lalu dia menyuruh saya mencium aroma kopi, setelah itu mencium haruman deodorant kembali. Akhirnya saya menemukan satu haruman yang simple dan dibeli deh, sebelum bilang oke, saya tanya juga sama pelayan,

“Ini mengakibatkan burket tak”? Lagi-lagi pelayan itu bingung, dan kebingungan dia menyadarkan saya kembali..

“Ehm…maksud saya, ini lengket-lengket tak?” Ha…ha. Ralat saya, untung suami dan anak2 tidak NGEH, mereka cuek saja lihat-lihat. Kalau tahu pasti protes.., “Ibu ini apaan sih?”

Setelah menerangkan panjang lebar, barulah saya pasti, dan dibelilah deodorant itu, malah suami dan Farid pun jadi tergoda untuk membelinya pula tapi yang khusus laki-laki. Wah..wah Aden, gimana ni den, teh Ai jadi ketakutan sendiri begini?, kemudian burket lagi, itu mah iklan kali ya? Ho…ho, tapi bagaimana pun pengalaman adalah guru yang terbaik, yang membuat kita jadi berhati-hati. Tapi kalau terlalu hati-hati juga jadi kebingungan sendiri. Jadi was-was. Waspadalah!!!

Pang lemahna iman…

December 8th, 2008

Ceunah saurna, gerentes hate nyaeta panglemah-lemahna iman. Gerentes hate nu kumaha heula? Gerentes hate ningali sarupaning anu bengkok, teu wani ngaleumpeungkeun, bati ngagorowok dina hate! Teu aya tangan pangawasa, seueur ku kasieun. Seueur ku hariwang anu matak macok kana waraga sorangan. Kumaha lamun urang aya kahayang, bati dijero hate wae, kahayang anu kaetang mulya, nepi sirik ningali batur ku tiasa ngalaksanakeun, naha ieu kaetang iman oge?

Sirik ka batur kusabab tiasa ngaendahkeun indung bapa? Duh..sok nalangsa ari ningali awak sorangan, lamun dibeberkeun mah can tiasa ngabales sagala kasaean sareng pengorbanan indung bapa, bapa tos ngantunkeun..tinggal indung sabeulah..bari ku seueur panyakit. Bati ngagerentes dina hate, pinuh kudu’a. “Duh gusti…anu Maha Ningali sareng Ngadangukeun gerentes hate abdi, mugi maparin kabagjaan dunia akherat ka aranjeunna, indung nu ngandung bapa nu ngayuga. Kahoyong teu tiasa disebat, kuageung saageung gunung tapi teu aya tangan pangawasa. Moga-moga sanajan masih gerentes hate, tapi niat sim kuring jadi saksi. Aamiin!”

Kangge mamah, hapunteun Ai ya Mah, moga-moga mamah sehat……..mamah anu ngartos kana kaayaan, masih keneh kieu lamun di telephon teh : ”Keun ku mamah dido’akeun sakabeh anak incu, tong mikiran mamah, mamah mah jagjag!”

Aamin, sanajan tos 2 tahun teu papendak, tapi du’a urang sigana unggal dinteun pateupang. Pidu’ana ya Mah….

Mamah 2 tahun yang lalu

Pengajian Selasa

November 21st, 2008

Pengajian Selasa untuk minggu ini, bagian di tempat saya. Syukur Alhamdulillah, acaranya lancar, makanan pun tidak kekurangan bahkan ibu-ibu sempat bawa pulang segala. Saya menyiapkan agak banyak, karena waktu pengajian di rumah bu Eri kemarin yang datang cukup banyak. Jadinya mesti siap-siap walaupun ternyata yang datang tidak sebanyak yang diprediksi.

Pengajian sekalian syukuran pindahan, saya membuat nasi kuning, ayam bakar, telur balado, sambal lalap. Kue-kuenya sebagian buat sendiri sebagian lagi minta dibuatin tetangga rumah lama dan mbak Anita. Semuanya sedap-sedap lho. Sampai mbak Mun bilang, “Bu Terry, ini kari puff terenak yang saya makan, beli dimana?” Mbak Mun kebetulan bantu-bantu saya masak, dia tahu kue-kue itu bukan saya yang buat. Oh ya, mbak Mun ini yang membawa rambutan segitu banyaknya dari kampung majikannya, khusus untuk ibu-ibu pengajian. Ehm….manis lho…. Lain lagi dengan Rela, dia suka banget sama kue buatan mbak Anita, kue pie keju, sampai-sampai nulis di buku tamu multiply saya minta resepnya. Nanti saya minta resepnya ya. Mbak Anita tolong mbak saya mau copy resepnya, ibu-ibu banyak yang minta…..!

menu pengajian rambutan mbak Mun ini dia nasi kuning dkk saya dibantu bu Nur Bambang, tata kue

Eh kok pengajian cerita makanan aja, iya deh. Pengajian diawali dengan mengaji Al-Qur’an secara estafet dengan terjemaahannya. Melanjutkan sisa surat di pengajian sebelumnya yaitu dari surat Yunus sampai surat Hud. Kemudian ceramah oleh Ustazah Nur Herunursama. Karena saya sibuk sana-sini, biasalah tuan rumah, hanya awalnya saya simak, tapi saya copy isi ceramah bu Heru, yaitu tentang Makanan. Makanan sebagai salah satu rizki dari Allah Swt seharusnya Manusia memperhatikan makannya. Dengan memperhatikan makanan kita akan tahu tanda dan bukti sebagian sifat-sifat Allah Swt dengan demikian kita akan senantia bertafakkur akan kebesaranNya.

Jika kita renungkan bagaimana Allah Swt mengucurkan rizki kepada manusia ketika dalam rahim ibu, bagaimana Dia memberi rizki untuknya berupa ASI, lalu rizki berupa tumbuh-tumbuhan, maka kita dapat mengetahui bahwa Allah Swt adalah Ar-Razzaq.

Al ‘Alim, Karena Allah mengetahui kebutuhan kita terhadap rizki ketika kita dalam rahim ibu lalu Dia kucurkan rizki Nya untuk kita, makanan melalui tali pusar, kemudian Allah pun tahu kapan kita keluar dari perut ibu sehingga Dia siapkan ASI untuk kita. Dia tahu keberadaan air dalam tanah sehingga Dia ciptakan akar untuk tanaman dan penghisap air. Dia tahu kebutuhan dedaunan dan zat hijau daun terhadap matahari sehingga Dia jadikan daun-daun itu tumbuh menghadap matahari.

Al Hakim, Maha Bijaksana, kita tahu dan menyaksikan kesempurnaan dan ketelitian yang tiada tara dalam penciptaan tali pusar, juga tatkala menyaksikan kesesuaian yang amat sangat antara perubahan formula ASI dengan perkembangan tubuh bayi, begitu pula kita melihat kesempurnaan dan ketelitian di setiap bagian-bagian tumbuhan.

Al-Khabir, Maha dalam pengetahuanNya, disini kita mengetahui dan menyaksikan ketelitian dan ketepatan Allah dalam mengirim makanan dari tubuh ibu ke tubuh kita saat kita dalam rahim, saat kita melihat kesempurnaan ASI dan keluarnya ASI dari makan yang dikonsumsi ibu, juga kita memperhatikan pembentukan buah-buahan dan sayuran yang beragam dari tanah yang sama, disirami dengan air yang sama dan disinari dengan matahari yang sama.

Ar-Rahim. Maha Penyayang, Kita sebagai makhluk Allah yang tidak berdaya dan berkuasa apa-apa, tanpa rizki nya, ketika berada dalam perut ibu ataupun setelah keluar dari perut ibu akan mati. Karena Sifat Allah yang maha Penyayang inilah kita masih bertahan sampai sekarang.

Al-Karim, Maha Mulia dengan pemberiannya. Sesungguhnya , kalau ada orang yang menjamin nafkah dan kebutuhan 10 orang tanpa imbalan apapun, maka orang lain akan menjulukinya dermawan. Lalu bagaimana dengan Allah yang menjamin rizqi semua makhluk hidup? tentunya hal ini menunjukkan bahwa Allah Maha Mulia dengan pemberianNya.

Al-Hadi, Maha Pemberi petunjuk. Allahlah yang memberi petunjuk kepada semua apa-apa yang terjadi di muka bumi ini. Kita tidak tahu kenapa payudara ibu penuh dengan air susu kemudian bayi harus mengisap susu ibu, tidak ada yang mengajari. Kenapa benih yang tumbuh merekah batangnya tumbuh ke atas dan akarnya ke bawah, tidak ada yang mengajari itu semua petunjuk Allah swt.

Demikianlah inti ceramah pengajian minggu ini. Ibu-ibu memperhatikan dengan khusunya, mudah-mudahan pengajian ini akan selalu semarak, dan ibu-ibu semakin pintar dengan sharing ilmu-ilmu agama seperti ini.

bu Yogi, bu Siwi, Bu ?, bu Nur Herusama mbak Rossy n fitri bu      nurherusama, bu Surya dan bu Nur Bambang 18112008477.jpg 18112008479.jpg 18112008481.jpg