Pilih mana..Sakit Gigi atau Sakit Hati?

October 21st, 2008

Ada lagu yang intinya lebih baik sakit gigi daripada sakit hati. Yey…kalau saya tidak mau dua-duanya. Disuruh pilih salah satu pun tidak mau. Karena dua-duanya sakiiiiiit. Kemarin saya sakit gigi. Gigi geraham bawah sudah goyang, kemudian dipakai mengunyah, jadi tambah kesana kemari, sakit…Makan jadi tidak nafsu, badan juga ikut sakit, kepala pening. Sengsara deh…..Bahkan kata mbak Anita gigi goyang yang sakit lebih dasyat dari goyangnya Inul. Betul itu..Saking dasyatnya saya yang biasa heboh, kemarin diam membatu. Kesian!!

Akhirnya saya bikin janji dengan dokter gigi sebelum magrib. Tahu tidak apa yang saya rasakan? Perasaan ini yang paling saya benci. Hati dagdigdug, tangan gemetaran…takut rasanya. Takutnya bukan karena gigi saya mau diapa-apain, tapi takut ketemu dokternya yang agak bawel..Hehe.(Maaf dokter ya!). Sebenarnya dokternya baik sih, cuma sering memberi ceramah pasientnya. Saya takut diomelin ini itulah. Tidak pandai jaga gigilah dlsb. Tapi bagaimana ya? Walaupun saya rajin bersihkan gigi 3 kali sehari tapi kalau sudah goyang mau diapain lagi? Dokter pun tahu silsilah gigi saya wong hampir 7 tahun saya dan keluarga menjadi pasientnya. Saya rekomendasikan deh sama temen-temen semua. Dokter ini memang paling baik di taman U, pokoknya tidak menyesal menjadi pasiennya. Cuma yaitu rada bawel…

Setelah menunggu beberapa menit dari waktu janjian, karena pasientnya banyak, akhirnya saya diperiksa. Kekuatan do’a memang manjur. Sebelum saya diperiksa saya mohon pada Allah agar dokter ini dilunakkan hatinya, karena hal itu bisa membuat saya tambah stress. Dan Alhamdulillah…ketika dokter mau periksa saya dia menyapa saya dengan ramah dan bilang gigi saya mau dicabut ya? Saya langsung saja bilang

“Iya dokter, sekalian saya nak discuss tentang rawatan gigi selanjutnya!”

Setelah periksa dan mengotak ngatik gigi saya dia pun bilang. “Oke sekarang saya cabut gigi awak ni, ada 2 yang kena cabut, kemudian langsung pasang implant ya! Bulan depan balik lagi, tengok apa tulang sudah kecut atau tidak. Pasang implan biar cost tidak mahal harus sekaligus, jangan satu cabut lalu pasang, satu cabut lalu pasang!”

Duh pasang implant? 2 lagi? Lemes saya. Memang murah dok? Itu hari satu saja biaya pasang gigi implant total RM 5000, ini 2? Habis berapa? mana harga-harga sudah naik lagi? Wah puyeng deh…Saya mau diskusi dan bertanya banyak tentang implan ini, dokter tidak ada waktu. Jadi bagaimana nasib gigi saya ini? Saya akhirnya dikasih obat dan disuruh buat janji untuk bulan depan. Pokoknya saya akan email dokter deh kalau dokter sibuk terus pada jam praktek.

advise dokter Lumayan enek juga makan obat segini banyak

Ini saya copykan tentang gigi implant :

Maret 24, 2008

Solusi Nyaman Gigi Ompong

Posted by newsmile99 under Implant Gigi

Solusi nyaman gigi ompong
22-Nov-2007 13:37:22
Hasil survei kesehatan nasional dalam kurun waktu 10 tahun terakhir menunjukkan 60%-70% prevalensi
kesehatan gigi di Indonesia ada dalam tingkatan buruk. Umumnya terjadi pembusukan gigi dan gigi
berlubang.
Tidak mengherankan jika tren gigi permanen tanggal atau ompong semakin meningkat. Hal ini tidak hanya
mengganggu penampilan, tetapi juga membuat kegiatan menguyah terasa tak nikmat bahkan menyakitkan.
Sejak lama masalah ini diatasi dengan penggunaan gigi palsu. Namun, metodenya yang sederhana sering
bikin repot. Mulai dari harus sering dicopot untuk dibersihkan atau malah copot lantas tertelan.
Untung teknologi kedokteran berkembang pesat dengan penanaman gigi (dental implant). Menurut Neo Tee
Khin, salah satu ahli gigi implan di klinik Bedah Gigi Henry Lee di Mount Elizabeth Medical Centre,
Singapura, dental implant adalah penanaman gigi palsu yang terbuat dari titanium murni yang bersifat
biocompatible.
Artinya, menurut pengajar di National University of Singapore itu, implan dapat diterima dan terintegrasi
dengan baik dalam tubuh manusia, tanpa komplikasi atau reaksi penolakan dari jaringan tubuh. Hal ini
penting sebab implan ditanam pada rahang dan gusi untuk menggantikan akar gigi asli yang tanggal.
Proses pemasangannya memang rumit, tetapi sangat cepat. Cukup satu jam sejak pasien dibaringkan di
kursi operasi. Dokter sudah memiliki rencana operasi yang matang berkat teknologi komputer.
Mula-mula mulut pasien akan dipetakan dengan alat CAT-scan, sehingga pembuatan gigi palsu dan tulang
rahang dapat dilakukan secara cepat dan akurat karena ukuran rahang dan gigi didapat secara tepat.
“Dengan citra tiga dimensi rahang pasien yang lengkap tersebut, pemasangan sekrup sekaligus gigi palsu
dilakukan dengan cepat,” tutur sesama ahli implan, Ansgar C. Cheng.
Bandingkan dengan implan zaman dulu yang bisa berlangsung selama empat hingga sembilan bulan karena
gigi harus berulang kali disesuaikan. Dengan CAT-scan, implan terpasang dengan baik tanpa perlu
mengganggu gigi-gigi sehat lainnya.
Bius lokal
Menurut Cheng, dalam sekali proses sebanyak 14 gigi bisa ditanam dengan gangguan yang sangat minim.
Pasien tidak perlu disayat atau dijahit, hanya dibius lokal dan tidak sakit. Setelah beberapa saat, pasien bisa
kembali beraktivitas seperti sediakala.
Salah satu pasien, Madam Lee usai melakukan proses implan gigi bisa langsung menggigit buah pepaya
yang disodorkan kepada dokter Neo Tee Khin.
Melihat teknik pembedahan dan waktu dental implan ini, Neo menjamin sebagian besar pasien dengan
beragam kondisi bisa ditangani dengan aman. Namun, bagi pasien dengan gangguan ginjal, diabetes
melitus, hipertensi, dan jantung memerlukan catatan medis yang memungkinkan dilakukan tindakan operasi.
“Hanya saja wanita hamil tidak disarankan menjalani prosedur ini. Hal ini diberlakukan demi keamanan bayi.
Karena beberapa obat, entah itu bius atau antibiotika, harus dikonsumsi saat operasi dan demi mencegah
terjadinya infeksi usai operasi,” ujar dokter Helena Lee yang ikut memberikan penjelasan.
Helena Lee adalah jebolan Universitas London yang ahli dalam operasi implan gigi dengan kondisi tulang
rahang tipis.
Tentu saja untuk kualitas yang di atas rata-rata ini sebanding dengan duit yang harus dikeluarkan dari saku
Anda. Untuk biaya CAT-scan saja, Anda mesti menyediakan uang Rp3 juta-Rp6 juta.
Untuk pemasangan 12 sampai 14 gigi membutuhkan biaya Rp177 juta. Kalau dihitung-hitung setiap gigi
butuh biaya Rp18 juta sampai Rp30 juta.
Memang, biaya yang harus dikeluarkan untuk implan gigi ini masih relatif mahal dibandingkan dengan
penggantian gigi konvensional yang lama dan menyakitkan. Namun, metode tersebut tentunya memberi
banyak keuntungan. Salah satunya adalah bahwa gigi yang berdekatan akan tetap terlindungi.
Sebagai gambaran, pada penggantian gigi konvensional, ada satu teknik yang dilakukan dengan metode
jembatan. Teknisnya, gigi yang berdekatan dengan lokasi gigi tanggal sedikit dikorbankan untuk mengaitkan
gigi baru. Dengan begitu, akan terbentuk sebuah ‘jembatan’.
Kondisi tersebut tidak dijumpai pada implan gigi. Sebab, pada gigi yang ditanam, penggantian tersebut tidak
akan mengorbankan dua gigi yang saling berdekatan. Implan gigi berdiri sendiri. Keadaan ini tentu saja
menguntungkan pasien dan dokter, terutama dalam hal perawatan gigi.(Algooth Putranto/JBBI

Naaaaah begitulah kisah hari ini. Do’ain saya ya, agar dokternya bisa diajak ngobrol.

Menjamu hoream….alias malas!!!!!!!

October 20th, 2008

Kalau habis lebaran atau hari raya, kita sering menjamu selera. Kemana kita bertamu selalu makan, diundang teman atau kerabat untuk jamuan. Atau kita sendiri mengundang teman atau kerabat ke rumah untuk menjamu selera, pokoknya sebulan ini masih terasa hari raya nya dan tiada hari tanpa makan-makan. Contohnya kami kemarin diundang pak Dadan makan di rumahnya..hayu….

Farid,pak Dadan dan bapak Ad di rmh pak Dadan Bu Dadan tengah..kecapaian ya bu? Masih di rmh pak Dadan, namanya selain pak Dadan dan bapak Ad, lupa..hehe

Jum’at malam kemarin, guru piano Farid dan Firda mau berhari raya ke rumah…hayu.., saya pun siapin makanan alakadarnya, ada lontong opor ayam dan sambal goreng udang, ada siomay dan ada salad…lumayan kenyang juga khan?

menu jum'at malam Teacher Karen n si comel Desiree Ada James suami Tc. Karen, ada Way Ing, ada Tey Ing....

Lain lagi kalau habis pindahan…, habis pindahan buat saya menjamu hoream. Ngapai-ngapain hoream, bawaannya lemes…kecapaian kali ya. Duh kalau melihat gudang, itu setrikaan sudah menggunung. Tiap hari nyuci baju, tapi setrikanya kapan-kapan. Walaupun dicicil ceritanya tetep numpuk lagi. Pekerjaan inilah yang paling tidak saya sukai…Semakin numpuk semakin malas, mudah-mudahan tidak jadi sarang tikus deh….pokoknya harus siap deh akhir bulan ini…..yo..yo semangat dong i….!!!

Ini dia segunung baju yang harus disetrika, wuih... Fahima lagi bantuin ibu setrika Siapa lagi yang nemenin ibu kerja selain Fahima Coba kalau Fahima dah besar selesai deh kerjaan ibu

Pindahan…oi….

October 7th, 2008

Tidak jadi pindah ke Pahang, pindah rumah jadi juga. Enam tahun di jalan Ara 13 banyak kenangan, tetangga kiri kanan pada baik, dekat ke pasar tani lagi, tuan rumahnya juga baik. Pokoknya semua baik. Kalau saja rumah Ara itu besar, Farid dan Firda punya kamar sendiri-sendiri, kami memilih tetap tinggal disitu. Tetapi sayangnya tidak demikian, kamar di Ara cuma 3, 1 kamar saya, 1 kamar Farid dan Firda dan satu lagi gudang. Sedangkan di rumah baru ini jalan Meranti 9, kamarnya ada 4, gudang lain lagi, dapur fully cabinet, wah buat ukuran saya sudah mewah itu dan lebih dari cukup. Di Ara RM 500 sebulan dan di Meranti RM 600 sebulan, beda 100 ringgit saja tetapi bagai bumi dan langit dari keadaan rumahnya.

Memang cuape sekali kalau pindahan itu ya, ngepak-ngepaknya, sampai di rumah baru dibongkar lagi lalu disusun. Yang sering saya jumpai saat ngepak-ngepak ini adalah, dimana-mana di setiap sudut ya di kamar, dapur dan ruang tamu adalah duit recehan. Kalau dikumpul-kumpul lumayan deh, beunghar yeuh…

duit recehan dibawah piano duit recehan di dapur

Pindahan tanpa suami menjadikan saya seperti super women, segala keputusan diambil sendiri. Dari nyuruh tukang mindahin AC dan filter air sampai order truk yang khusus angkut piano sekalian angkut-angkut barang pindahan. Sebelumnya memang saya dan suami sudah nyicil-nyicil pindahan. Memindahkan buku-buku dulu, bersih-bersih rumah baru dlsb.

Ngepak buku di rumah lama Sebagian buku yang sudah di pindah di rumah baru

Tetapi menjelang pindahan ini, suami tidak ada ya otomatis saya dan anak-anak harus ekstra kerja angkut-angkut. Bukan saya yang super women deh, tapi teman-teman ini, Subhanallah!! Menolong saya dengan tulus ikhlas.Terimakasih sebanyak-banyaknya untuk pak Eri dan keluarga. Mereka sengaja datang dari pagi untuk bantu saya beberes dan angkut-angkut.

ini yang namanya pak eri ini bu Eri dan anak2

Terimakasih Nur Irfan dengan izin pak Irfan membantu saya angkut-angkut dan beberes, bahkan dari bulan puasa pas suami pergi, dia nelphone saya menawarkan bantuan.

Nur Irfan si cantik yang baik hati

Terimakasih Budi dan Hamdan yang selalu siap sedia dimintai bantuan. Terimakasih pak Dadan dan keluarga, niatnya berlebaran ke rumah saya eh..malah jadi angkut-angkut deh. Terimakasih bu Heru yang ikut juga beberes. Terimakasih buat tetanggaku bang Japar dan keluarga yang selalu siap juga dimintai bantuan. Terimakasih pak Sibun yang membantu angkat-angkat dan sekalian memindahkan filter air.

Pak Sibun sibuk memindahkan filter air

Sebenarnya saya malu sama kalian, maksud hati tidak ingin proyek TQ, tapi apa daya……..pokoknya nanti saya undang kalian semua makan saja ya tunggu suami pulang, saya memohon agar Allah SWT membalas semua kebaikan kalian Aamiin. Ini beberapa foto saat pindahan.

Truk datang lemari dulu lumayan banyak juga tuh lemari2 nah baru piano, inti dari semua pindahan ini

Yang paling penting nih, sebelum pindahan ada tamu jauh datang, dari Amerika yang sekarang menetap lagi di singapura yaitu Lintang dan Keluarga. Lintang adalah adik sahabat saya waktu di ITB dulu, yaitu Aris Wulandari. Kami berhahahihi sambil ngobrol, pokoknya seneeeeeeeng banget bisa ketemu, 15 tahun mungkin kami tidak bertemu. Alhamdulillah barokah hari raya.

Lintang, saya dan Afifah Pak Eri suami lintang dan pak Ikhwan suami Afifah

Satu hari sesudah pindahan baru rumah kami siap kemas, nanti kalau suami datang wah………apa reaksi dia ya? Oh ya semalaman kami , saya dan Farid ditemanin sama om CD mengaji selamat datang di rumah baru, yaitu ngaji surat Al-Baqarah sebanyak 286 ayat. Alhamdulillah selesaiiiiiiiii, mudah-mudahan rumah yang kami tempati ini membawa kebaikan untuk semua . Aamiin

Piano sudah terpajang Kebanggaan Farid n Firda, beberapa piala sdh terpajang Meja makan tinggal menunggu hidangan Sudut buku suami Ruang kerja saya, dapur kamar Farid Kamar Firda dan Fahima Ruang komputer, tempat ngeblog

Hari Raya

October 6th, 2008

Alhamdulillah, hari kemenangan telah tiba, tapi sedih juga ya, bulan penuh berkah telah berakhir, sebulan  rasanya tidak terasa. Orang lain menjelang hari raya sibuk membuat kue-kue atau berbagai makanan, sampai ke baju baru. Saya boro-boro deh, sibuk ngepak-ngepak mau pindahan. Apalagi sehari sebelum lebaran suami pulang kuampung. Pulang kampung sendirian coba! Tega banget ya? Tapi dia minta izin saya sih, alasannya banyak deh. Masa saya harus menahannya, istri apaan kali ya? manjalah atau sebagainya. Tetapi kalau suami sayang istri dan anak-anaknya tentu lebih memilih hari raya bersama ya? Berarti? Biarlah….enggak deng, suami lebih sayang sama orang tuanya dong, sebab berkat merekalah dia bisa seperti sekarang…..

Lagi sedih meratapi nasib menjelang hari raya, eh malam hari raya Afifah datang, padahal hari hujan lebat lho! Dia membawakan kami ketupat dan opor ayam! Wah jadi juga lebaran…makan ketupat. Terimakasih temanku yang baik….kamu baik deh.

Ketupat dan opor ayam Afifah

Di Hari Raya saya janjian dengan Budi dan suaminya untuk pergi sholat Ied di KJRI, Hamdan suami Budi yang menyetir mobil. Jadi selama suami tidak ada ya Hamdan inilah yang mengantar saya kemana-mana. Belanja, bahkan nyicil-nyicil pindahan. Pagi-pagi kami pergi, KJRI sudah ramai. Untungnya shaf depan masih kosong jadi deh kami dapat sholat di depan. Ramai para TKI disana dan ketemu teman-teman juga. Jadi bisa saling bermaafan sekalian dengan mereka soalnya kapan lagi ketemu. Pulang dari KJRI kami diundang pak Didi konsulat ke rumahnya tapi nanti saat makan siang. Jadi sambil menunggu waktu kami bermain-main dulu di Hutan Bandar. Sempat berfoto ria segala. Anak-anak senang bermain disana karena banyak fasilitas bermain untuk anak-anak.

Menunggu sholat di mulai Sholat Ied di konsulat, duh Fahima khusyunya Fahima tidak rewel, sebab ada naufal anaknya Budi Anak-anak TKI perempuan selesai sholat berfoto ria bersama bu Eri, Budi , Rela dan mbak Ratna habis sholat Ied 3F mejeng di depan konsulat Bapak2 yang ikut ke Hutan Bandar Era digital camera, bu Bambang serius amat sih Ibu2 yang ikut ke Hutan bandar Di rumah pak Didi Di rumah pak Didi, makan mpek2 asli palembang n bakso

Setelah dari rumah pak Didi kami singgah ke tempat pak siapa namanya lupa, orang konsulat juga. Disana ada piano, eh si Farid menghibur kita-kita yang kepenatan dengan beberapa lagunya, wonderful tonight dengan Fur Elise. Lumayan…….

Setelah dari sana kami sholat Dzuhur di Mesjid Abubakar. Tiba-tiba bu Agus nelephon, katanya kami ditunggu di rumahnya pak Yanuar di Pulai Perdana. Akhirnya walaupun sudah cape benar dan perut kenyang, kami pergi juga ke rumah pak Yanuar dan makan lagi disana. Duh…betul-betul balas dendam nih. Pulang ke rumah masih ada makanan juga, ketupat Afifah dan nasi kotak dari konsulat. Alhamdulillah rezeki. SELAMAT HARI RAYA IEDUL FITRI, MAAF LAHIR BATIN. SEMOGA SHAUM DAN SEMUA IBADAH KITA DITERIMA ALLAH SWT. AAMIIN. 

 Nasi kotak konsulat  

Bazar Ramadhan

September 26th, 2008

Bazar inilah yang selalu menyemarakkan Ramadhan, pestanya para penjaja makanan. Setiap jam 4 sore sampai magrib tiba. Disana dijual berbagai makanan dan minuman untuk pilihan orang berbuka. Walaupun dirumah masak juga, kalau tidak berkunjung ke bazar kayaknya rugi deh. Kebetulan bazar ini dekat rumah saya, tinggal jalan kaki saja untuk sampai disana. Makanya kalau sore-sore mau ke rumah saya, harus putar jalan, dekat pom bensin sana, karena muacet betul.

Keberadaan bazar ini sangat menguntungkan bagi keluarga pekerja, suami dan istri yang bekerja. Karena mereka tidak perlu susah-susah memikirkan menu apa untuk buka puasa. Pergi ke bazar saja, banyak pilihan disana. Malah bisa beli untuk sahur sekali. Kalau kita beli-beli menjelang magrib, ramai sekali dan kadang-kadang suka dikasih bonus. Misalnya kue-kue RM 1 itu 3 keping jadi 4. Air beli 2 dapat 3. Mungkin mereka pikir daripada sisa, siapa yang makan atau minum kali ya? Atau sekalian nyumbang buat orang berbuka? he..he

Kemarin saya photo-photo tapi sempat diplototin orang, jadinya mengambil photonya secepat kilat saja. Takut ditanya, “Awak utusan akhbar mana?” nanti saya bingung jawabnya. Masa saya jawab “Tidak Encik, ini untuk bahan blog saya.” Lalu mereka jawab “Eh awak jangan seenaknya ya, kami bukan orang goblog, kami ini ada lesennya tahu?” Eh jadi tidak nyambung. Ini beberapa photo yang berhasil saya liput. Cieu…perasaan jadi wartawati saja nih. Beginilah kalau cita-cita tidak kesampaian. Cita-cita mau jadi pramugari waktu kecil, eh sudah besar tidak jadi apa-apa malah jadi orang besar. Besar badannya doang. Tambah gak nyambung lagi!!!!

Bazar di pagi hari payungnya kuncup semua Awal sore Berbagai kue muih berbagai minuman Salah satu makanan, ayam goreng. Yang lainnya banyak lho menjelang magrib

Lapis legit

September 25th, 2008

Kali ini kami membuat kue lapis legit ala mbak Anita. Tempatnya di rumah bu Alvi. Bu Alvi seksi sibuk menyiapkan bahan-bahan dan peralatan. Mbak Anita pun selalu siap dengan bahan-bahannya dan dia tak pernah  lupa dengan saringan kawatnya (lupa saya foto, nanti deh menyusul kemudian). Bertuah banget itu saringan, mau dibuang katanya sewaktu pindahan dari Amerika ke Malaysia, karena tidak tega akhirnya diselip-selipkan ke koper. Pak Yunan tidak tahu bahwa mbak Anita banyak menyelipkan peralatan dapur di koper bagasinya. Tahunya sampai di airport, mereka kelebihan bagasi, dan setelah dibongkar-bongkar mau ditata kembali ketahuan deh banyak barang-barang yang kalau dibuang sayang, tapi itulah barang-barang itu ternyata besar manfaatnya sekarang. Afifah pun tidak ketinggalan membawa oven dan mixer, bu Handoyo membawa mangkuk besar, saya membawa baskom-baskom dan loyang. Kayaknya masing-masing sudah berpengalaman bawa sesuatu yang kira-kira diperlukan, habis dulu mau pakai ini, itu tidak ada, ada di rumah saya atau siapa, dan selalu bilang “Kalau tahu perlu, dibawa tadi!”

Kue Lapis legit memang kue si raja telur. Satu resep saja telurnya 30 biji, 2 resep berarti 60 biji. Tapi resepnya mbak Anita si telurnya dikurangi 5 biji-5 biji. Kami membuat 2 resep.

resep kue lapis legit

Memasak dimulai dengan mengocok mentega sampai putih, memisahkan telur yang kuning dari putihnya, kemudian dikocok juga sampai putih. Sempat terjadi ketegangan lho (cieu..istilahnya tegang. Mungkin yang lebih tegang Afifah kali ya? Tegang tidak?) Sewaktu lagi mengocok mentega, mixernya tiba-tiba berbau dan berasap, wah…mixernya rusak! Bu Handoyo yang mengocok mentega panik,  “Bagaimana ini?” Bu Alvi juga ikut-ikutan panik, “Aduh bagaimana ya? Colokan ini jarang saya pakai sih!”. Tetapi Afifah dengan tenang bilang, “Tidak apa-apa kok, memang sudah waktunya. Mixer itu punya adik saya, sudah sering di pakai”. Akhirnya dipakailah mixer punya bu Alvi. Mixer bu Alvi merk dan bentuknya sama dengan punya Afifah. Pas dipakai punya bu Alvi, rupanya kejadiannya sama. Mixer bu Alvi berbau juga. Wah gawat….bisa-bisa alat-alat rusak semua, tidak jadi deh bikin kue. Ini kenapa? Apa mentega yang dikocoknya masih keras atau memang colokannya eror? Tapi mbak Anita bilang, bukan karena mentega, biasanya dia buat, tidak pernah kejadian apa-apa dengan mixernya. Malahan kalau mentega beku dikocok bagus nanti buat kuenya. Lalu solusinya colokannya di pindah ke tempat lain, eh…ternyata aman deh.

Afifah dan Alvi sibuk misahin puti dan kuning telur Mbak Anita sibuk siapin bahan telur kuning siap dikocok Mentega sudah siap dikocok kata bu Handoyo

Takut waktu tidak mencukupi, biasalah bu Handoyo harus siap menjemput anak-anak sekolah sebelum jam 1.30. Afifah ada janji dengan pacarnya, Mbak Anita pun ada janji tapi belum pasti, tinggal tunggu telephon saja dari pacarnya. Saya diantar bu Alvi mengambil mixer di rumah saya. Sesampainya di rumah bu Alvi kembali, semua bahan sudah jadi dan kue sudah mulai dibakar, tinggal buat satu resep lagi. Rupanya colokan itu yang memang eror, buktinya mixer Afifah dipakai di colokan lain jalan lagi dan tidak berbau. Hore……senangnya, apalagi Afifah ya? Karena tidak usah mengganti…he..he (bercanda deh). Lagi asyik-asyiknya kita buat kue, tiba-tiba pak Yunan menelephon dan mbak Anita harus pergi untuk mengurus roadtax ke JPJ, wah kami melongo deh, bagaimana melanjutkan buat kue tanpa instuktur. Tapi Alhamdulillah kuenya jadi juga. Walaupun bentuk kue tidak karuan tetapi rasanya memang toooooooop deh.

adonan siap dibakar kue lagi dibakar, hati2 gosong hrs sering dilihat dan diputar2  kue dah masak n gosong dikit kue nampak lapisnya khan? beginilah jadinya buat kue ditinggal instruktur

Mbak Anita pulang lagi ke tempat bu Alvi karena urusannya telah selesai. Dia bersama DR. Astuti pemilik asal mobilnya. Lalu berkenalanlah kami semua. DR.Astuti kagum melihat kami berkumpul membuat acara masak-memasak ini. Kapan lagi coba bisa berkumpul kalau tidak diniatkan. Kalau sudah di rumah masing-masing sibuk dengan kerjaan masing-masing. Setelah kue dibagi-bagi, kami pulang deh di antar bu Avi sampai di rumah. Terimakasih bu Alvi ya, terimakasih mbak Anita, terimakasih Afifah, terimakasih bu Handoyo. Sampai jumpa habis raya nanti.

Bagi-bagi bolehlah nih Wah cuantik juga, pasti enak!

Harap maklum….

September 24th, 2008

Apapun Ramadhan memang benar-benar menjanjikan yang terbaik berupa amalan-amalan yang tidak ada di bulan-bulan lain, bahkan setiap amalan diganjari pahala berlipat ganda. Di dalam Ramadhan terdapat ‘Lailatul Qadr’, Nuzulul Quran, Badar al-Kubra, tadarus Al-Quran, berbuka puasa dan bersahur bersama, sholat tarawih, iktikaf, pengeluaran zakat fitrah, sedekah, penyediaan tazilan untuk orang yang berbuka puasa, solat jemaah pada solat 5 waktu, pasatren kilat dan banyak lagi amalan yang bisa meningkatkan prestasi kita sebagai muslim kepada Allah SWT. Bayangkan, Rasullullah s.a.w saja menegaskan dalam sebuah hadisnya yang diriwayatkan oleh Salman al-Farisi :Setiap amalan sunat seseorang muslim itu pada bulan Ramadhan dianggap sebagai amalan fardhu, dan amalan fardhunya diganjari 700 pahala. Wah….siapa yang tidak tergiur coba. Makanya yok berlomba-lomba untuk sungguh-sungguh melakukannya dan meraih pahala dari Allah SWT.

Firda n Fahima bertarawih Ayo semangat!! mejeng di surau bersama teman

Salah satu realita dari amalan itu adalah BUKA BERSAMA PPI. Amalan bagi para panitia yang telah bersusah payah menyediakan berbagai makanan untuk berbuka puasa. Terimakasih ya, mudah-mudahan mendapatkan kum sebagai pahala dari Allah SWT. Aamiin.

Buka bersama PPI menjadi ajang silaturahmi sekalian perpisahan buat teman-teman yang mau mudik berhari raya di Indonesia. Yang hadir diperkirakan sedikit, karena panitia berpikir ada beberapa student yang sudah pulang. Biasalah tahun-tahun lalu makanan berlimpah ruah, banyak sisa dan terbuang. Makanya tahun ini diagak-agak saja. Menunya selain kueh-kueh, ada buah, ada kolak, minuman sudah pasti, siomay goreng bu Eri, sate kambing dan sate ayam Larkin dengan nasi, sop ayam, dan gulai. Enak deh.

minuman seger.. buah dan kolak bu Niam, bu Eri dan siomay gorengnya Sate kambing dan sate ayam ehm.. kue2 siomay goreng bu Eri

Supaya tidak kalang kabut, panitia membagikan makanan sebelum azan magrib kepada semua hadirin yang duduk. Sambil mengikuti acara pesembahan dan pembagian hadiah anak-anak pasantren kilat didikan PPI. Ya anak-anak anggota juga.

persiapan berbuka hore..dpt hadiah peserta pasantren kilat para bapak para bapak  para ibu  Alvi, Abduh dan Afifah Alvi, Abduh dan Afifah sang mantan ketua PPI, Rival

Menjelang azan magrib, tiba-tiba saja ada rombongan student datang, ramainya, mereka mengantri mendapatkan tazilan buka puasa. Panitia kalang kabut, makanan sudah habis dan banyak yang tidak kebagian, Duh kasihannya. Makanan berat pun sama, ketika para bapak sholat bergilir, yang sholat belakangan ya tidak kebagian. Contohnya suami saya kebagian nasi, bawang goreng dan acar saja, he…he Gak apa-apa ya! Kan sudah habisin klepon satu piring. Kenyang juga tuh.

antrian buka puasa menu bapak ad berbuka  klepon ludes sama bapak Ad siomay..ludes

Akhirnya ada beberapa yang pulang dan pergi ke restoran terdekat untuk makan. Seperti Afifah ya? Kesihan kakak Arsad dan adenya gak dapat makanan, tahunya dia sms ke saya katanya pulang duluan mengantar si kakak makan di Kasim restoran. Duh entahlah nasib yang lain bagaimana? Oo….rupanya panitia tidak tinggal diam, dia order makanan dan air lagi, nah yang belum makan silahkan makan dulu dengan nasi dan ayam goreng plus sayur.

menu terakhir, ayam goreng

Ayo bu Bambang yang tidak mau makan karena takut habis lagi, kasihan katanya sama student yang tidak kebagian makan, Nur Irfan juga menahan lapar karena takut orang tidak kebagian. Duh mulianya kalian, terbalik dengan saya, saya makan duluan, habis sudah tersedia di meja ya kasihan kan diplototin saja. Pokoknya terimakasih banyak-banyak untuk semua panitia ya. Semuanya harap maklum!

Ayo lihat sekeliling!

September 22nd, 2008

Fahima ini memang top lah, dengan lagu yang dia nyanyikan membuat saya tergerak hati untuk mencoba ajakannya, ini dia lagunya, lagunya Fahima sih cadel-cadel gitu, tapi daripada saya harus nulis dua kali langsung saja lirik aslinya :

Ayo lihat sekeliling, adakah orang yang susah. Ayo lihat kiri kanan, adakah orang yang sedih. Ayo kita coba bantu meringankan kesusahannya. Ayo kita coba hibur meringankan kesedihannya.

Lagu itu sering didengar dan dilihat oleh Fahima dari VCD lagu anak-anak muslim Indonesia. Mungkin bagi Fahima lagu itu enak saja untuk dinyanyikan karena iramanya yang enak. Tapi buat anak sebesar Firda sudah mulai faham apalagi di video klipnya itu menceritakan kisah sesuai lirik lagunya.

Dengan melihat sekeliling artinya kita harus lebih peka terhadap sekitar kita. Tidak semua orang gembira, tidak semua orang sehat. Yang dekat saja, kawan kita sendiri sekarang ada yang sedih dan sakit. Mereka memerlukan kita untuk mencoba meringankan bebannya. Walaupun kita tidak bisa maksimum untuk membantunya, tetapi keprihatinan kita mudah-mudahan bisa mengurangi bebannya.

Di milling list PPI UTM mungkin sudah ramai ajakan untuk mencoba membantu biaya operasi gagal ginjal pak Tri, biayanya tidak sedikit, diperlukan kurang lebih RM 60.000. Ini dia ajakan resminya :

 

—– Original Message —-
From: Elita Amrina yahoo.com>
To: Informasi_PPI_ UTM@yahoogroups. com
Sent: Saturday, September 6, 2008 10:53:51 PM
Subject: [Informasi_PPI_ UTM] Solidaritas PPI untuk Saudara…

         

Assalamu’alaikum wr wb

Dengan hormat diinformasikan kepada seluruh anggota PPI UTM beserta keluarga,

Di awal bulan Ramadhan yang penuh berkah ini kami dari Bidang III PPI UTM ingin menyampaikan satu peluang amalan yang insyaAllah akan dibalas dengan pahala yang berlipat dari Allah SWT. Peluang tersebut adalah membantu saudara kita sesama anggota PPI UTM  yaitu  bahwa Pak Triyono yang mendapat cobaan dari Allah berupa kegagalan pada fungsi ginjalnya. Dengan kondisi kesehatan tersebut mengharuskan beliau untuk melakukan cuci darah sebanyak tiga kali dalam seminggu dan hal ini sudah dijalani selama beberapa tahun. Alhamdulillah, pihak UTM mau memberikan kesempatan dan wujud kepeduliannya dalam bentuk bantuan biaya cuci darah  hingga beliau menyelesaikan studi Masternya.
 
Perlu kami sampaikan juga bahwa saat ini beliau dalam proses melanjutkan studi PhD di UTM. Namun berdasarkan informasi dari pihak terkait di UTM, bahwa pihak kampus tidak bisa lagi  memberikan bantuan dan kesempatan seperti sebelumnya (dalam hal bantuan biaya cuci darah). Keputusan pihak UTM ini menjadikan Pak Triyono harus menanggung beban biaya yang sangat besar. Salah satu alternatif solusi jangka panjang adalah beliau akan melakukan transplantasi ginjal. Dan Alhamdulillah, sudah ada pihak keluarga Pak Tri yang sudah bersedia untuk mendonorkan salah satu ginjalnya.  Alternatif ini memerlukan biaya kurang lebih Rp 150  juta.

Untuk itu di bulan yang baik ini kami mewakili pengurus PPI UTM mengajak dan mengetuk pintu hati Bapak/ Ibu/ Saudara/i semua untuk dapat meringankan beban yang ditanggung Pak Triyono sekeluarga dalam bentuk bantuan dana semampunya. 
Semoga Allah SWT senantiasa meridhai dan membalas niatan dan amal kita dengan balasan yang sebesar-besarnya. AMIN…..

Bantuan dapat di salurkan ke Susan 0167753329, Rofi 0166134194, Elita 0142789045.

Wassalamu¢alaikum Wr.Wb.

NB: Silahkan kunjungi http://trionolita.blogspot.com 

Kemarin saya pergi ke rumahnya mbak Lita, sekalian mengantar Firda yang ikut pasantren Ramadhan di rumahnya. Dia cerita banyak tentang suaminya, dan terakhir yang saya selalu ingat kata-katanya adalah, “Aku tuh kasihan sekali sama suamiku, betul. Tidak tega kayanya melihat dia harus menjalani operasi besar, bukan sebentar lagi tapi antara 4 – 8 jam”!

Mbak Lita, saya sering ketemu dia di pengajian, orangnya ceplas-ceplos, kental dengan aku jawanya gitu lho, tidak pernah menunjukkan sedih atau seperti ada masalah. Yang saya kenal orangnya cuek. Tapi itu dia saya ini memang aneh! Kenal dia sudah lama baru tahu namanya ya kemarin itu di milling list. Dasar deh. Maaf ya mbak. Saya berdoa untuk kesembuhan pak Tri, mudah-mudahan diberi kesabaran dan tawakal pada Allah selalu ya!

dari kiri ; Saya, mbak Rossy dan mbak Lita 

  

Kini Risoles….

September 18th, 2008

Wow….,rupanya bukan sekedar janji dari mbak Anita, tetapi memang ada follow up nya. Tadi pagi kami seperti biasa bikin janjian ngumpul di rumahnya bu Handoyo, dan kali ini membuat risoles ala mbak Anita. Dengan peralatan yang seadanya akhirnya jadi juga tuh risoles. Walaupun pertama sempat gagal, karena wajannya bu Handoyo bukan yang teplon, jadinya lengket-lengket. Setelah Afifah datang dengan membawa wajan andalannya, langsung deh lembar demi lembar kulit risoles dapat di buat. Mbak Anita sudah menyiapkan bahan-bahan dari rumahnya, sampai-sampai wortel pun sudah dia potong kotak-kotak kecil, rajinnya. Jadinya pas kami datang acara masak langsung di mulai. Yang ikutan kali ini member yang kemarin minus bu Makbul tambah bu Alvi. Karena saking asyik ngobrol, saya terlupa mengambil foto kami beramai-ramai, nanti minggu depan saja deh. Resepnya pun saya lupa mencatat, tapi gampang bisa telephone mbak Anita. Sedihnya saya tidak bisa full mengerjakan kue ini, habis Fahima interupsi terus, mau makanlah, mau minum, mau digendong. Waktu minggu kemarin Fahima agak anteng karena ada kakak ya? Jadi ibu bisa bantu-bantu buat deh. Tadi? Kesihan ibu…..

Nampaknya gampang saja kalau melihat langsung cara membuatnya, dalam waktu 1,5 jam sudah selesai, tetapi ngobrolnya itu menghabiskan waktu sampai jam 1.30 siang dari jam 10 pagi, mungkin akan keterusan ngobrol kalau saja pak Handoyo tidak datang. Sekarang seru ada bu Alvi. Ceritanya tambah bervariasi, bisa cerita tentang Mesir, Canada dlsb. Yang membuat saya bengong ketika bu Alvi cerita, kalau diundang makan oleh temannya di Canada dulu, dari rumah harus siap makan dulu, karena kalau datang ke tempat undangan, eh..makanan belum siap malah kita yang bantu-bantu masak tuan rumah, hal demikian diiyakan juga oleh mbak Anita, sewaktu diundang makan sama temannya di Amerika, dari rumah sudah kelaparan sampai tujuan makanan belum siap ya itu tadi jadinya masak dulu dengan tuan rumah. Itu mah secara halus mengundang masak kali ya? Wah….gak mau deh, jadi mendingan di sini atau di Indonesia ya? Diundang makan, datang saja langsung makan deh.

Masak rame-rame ini mengasyikan walaupun sambil ngobrol dan cepat lagi. Bisa cepat kenapa? Ya yang buat ramai, tapi itulah kadang-kadang ukuran tidak sama. Risoles Afifah yang pertama jadi rebutan ya, karena isinya banyak hampir-hampir mau pecah itu risoles. Kita namakan risoles muncrat. Siapa yang dapet tuh?

Bahan inti sedang dimasak Inti sudah siap tunggu dingin dulu membuat kulit persiapan menggulung risoles Risoles siap digulung Ini dia sudah siap tinggal digoreng ini baru rezeki untuk dibawa pulang

Saya mendapat ilmu baru nih, kalau kata bundanya Vinda kulit risoles supaya tidak pecah dicampur dengan tepung kanji terigunya, kata temannya Afifah supaya risoles renyah, telur celupannya ditambah tepung maizena. Nah berhubung lagi pada puasa dan risoles itu akan enak kalau dimakan panas-panas, jadi kami kebagian yang mentahnya untuk dibawa pulang, menjelang magrib nanti bisa digoreng untuk buka puasa, duh enak lho. Saya sudah icip-icip tadi karena lagi batal puasa, settttttt jangan bilang-bilang ya!  Thank you so much mbak Anita, sampai jumpa minggu depan. Thank you juga buat Bu Handoyo, kali ini rumahnya kita berantakin, minggu depan di rumah bu Alvi ya? atau Afifah? Bulan depan baru di rumah saya setelah pindahan deh. Rencana kita mau belajar lapis surabaya dan lapis legit, kue si raja telur……sampai minggu depan. Oh ya terimakasih bu Alvi sudah mengantarkan saya pulang, mana dibukakan pintu lagi. Terimakasih pokoknya.

Sehat itu mahal lhoh…

September 16th, 2008

Kalau kita mempunyai sesuatu yang mahal, atau sesuatu yang teramat berharga, tentu saja kita akan merawat sesuatu dan menjaga sesuatu itu dengan baik, kita tidak mau dia rusak atau hilang. Begitu pula dengan kesehatan kita. Kenapa kok sehat itu mahal? Karena kalau sudah sakit, mau sehat saja harus banyak pengorbanan dan kadang kala memerlukan biaya yang tidak sedikit. Walaupun sebenarnya sakit itu di luar kuasa kita sebagai manusia. Tetapi sakit itu bisa dicegah dengan menanamkan pola hidup dan makan yang sehat, pepatah mengatakan lebih baik mencegah daripada mengobati.

Saya rasa, di negara mana pun, rumah sakit swasta dari segi pelayanan dan pengobatan jauh lebih baik dari rumah sakit negeri. Karena itu, biayanya pun jauh lebih tinggi. Bagi orang yang berkantong tebal tidak masalah, tetapi bagi orang-orang biasa tentu itu menjadi bahan pertimbangan untuk tetap memilih rumah sakit negeri. Makanya di rumah sakit negeri pasiennya lebih membludak dibanding rumah sakit swasta. Kadang-kadang orang ada yang tidak kebagian kamar atau bahkan kekurangan dokter. Sehingga calon-calon dokter dikerahkan untuk menjadi dokter di rumah sakit tersebut. Kesempatan….bagi mereka, banyak pasien yang bisa dibuat sebagai kelinci percobaan. Karena baru belajar, alhasil banyak pasien yang menjadi korban, bukannya tambah sembuh malah tambah sakit.

Ada beberapa kasus di Malaysia, yang membuat saya harus berhati-hati. Beberapa bulan yang lalu ada 2 orang bayi harus diamputasi tangannya karena tersalah suntik waktu imunisasi. Itu adalah ulah para calon dokter. Dapat dibayangkan betapa sedih para orang tuanya, mengingat nanti anaknya akan cacat, cacat yang disebabkan kelalaian. Memang para calon dokter secara teori sudah belajar, tetapi prakteknya mereka tetap harus didampingi oleh dokter sungguhan. Karena bagaimanapun pasien adalah manusia, apabila tersalah pengobatan akan menimbulkan masalah dan si dokter bisa dituntut ke pengadilan.

Kemarin saya di telephone Afifah, bahwa pak Agus sakit dan sudah seminggu dirawat di rumah sakit Tun Aminah Johor Bahru,

Afifah : “Sudah baca sms saya ceu? Itu pak Agus dirawat di rumah sakit, sudah seminggu. Tidak ada yang tahu coba ceu. Kemarin kami nengok rame-rame, aduh keadaannya memprihatinkan. Tangannya tidak bisa digerakkan sebelah. Lalu dia ditempatkan di bangsal-bangsal gitu ceu. Kan dia pensyarah UTM, tentu dia mendapat tempat yang layak sesuai statusnya di rumah sakit tersebut, iya kan ceu? Makanya pak Yunan mencoba mengurus surat keterangan dari UTM untuk rumah sakit, takutnya bu Agus tidak sempat ngurus. Mau ikut nengok tidak siang ini?”

Wah ini, kejadian untuk kedua kalinya buat pak Agus nih, tahun lalu pas bulan puasa juga, dia dirawat di rumah sakit yang sama gara-gara gula. Saya tahunya, anaknya pak Agus yang satu kelas dengan Firda, sudah seminggu tidak sekolah. Pas saya telephone, rupanya bukan Ueda yang sakit tetapi bapaknya. Kali ini tidak tahu karena anak-anak lagi libur sekolah, kebetulan anak-anak kelas 6 sedang EBTA, untung Afifah telephone, kalau tidak saya memang betul-betul tidak tahu.

Akhirnya saya telephone suami untuk menengok sama-sama dengan pak Yunan dan pak Handoyo, juga Afifah sekali sebagai guide karena kemarin dia sudah pernah nengok.

Alasan bu Agus diam-diam adalah karena segan saja untuk memberi tahu sama teman-teman. Kok segan? Di rantau ini, teman adalah saudara, kalau ada apa-apa tentu teman-teman inilah yang harus menolong, betul tidak?

Sesampai di rumah sakit, betul saja kata Afifah, pak Agus dan istrinya lagi duduk-duduk di luar bangsal, karena di dalam kamar yang terdiri 8 orang sudah sumpek, apalagi orang yang di depan dan sampingnya, sebanyak 4 orang sudah meninggal kemarin. Tambah tidak betah. 

Bangsal tempat pak Agus di rawat para perawat dan calon2 dokter Tempat tidur pak Agus

Pak agus adalah senior lecturer di UTM, kalau sakit dia mendapat fasilitas di rumah sakit negeri di tempat first class, minimal 3 orang sekamar. Tetapi kenyataannya kemarin dia ditempatkan di kelas biasa, cuma yang membedakan dia dengan orang lain adalah di tempat tidurnya di pasang tulisan kelas satu atau kelas dua. Pelayanan sama saja tidak ada yang membedakan. Kami datang waktu itu membawa surat sakti dari UTM, dengan maksud agar pak Agus mendapat tempat yang seharusnya di RS, kalau perlu ada tenaga obor yang sekali-kali bisa membakar yaitu pak Yunan dan suami (maksudnya siap marah-marah, he..he bercanda deng). Tetapi rupanya pak Agus ngotot minta pulang, walaupun belum sehat benar, tambah stress dia di rumah sakit, hasil diagnosa pun masih diragukan. Katanya tangan pak Agus yang tidak bisa digerakkan itu terkena kuman di dalam. Gula nya oke, tetapi tekanan derah rendah 40/20. Kemarin katanya mukanya dan tangannya bengkak, sekarang sudah mulai kempes. Matanya saya lihat agak kuning, takutnya tersalah obat atau kelebihan obat. Pas saya lihat tangan kanannya lebam-lebam, rupanya para calon dokter susah mencari jalan untuk mengambil darah. Wah….wah gawat pak! kalau keterusan di rumah sakit bisa-bisa tambah penyakit pak, bukannya tambah sembuh. Keputusan pak Agus pulang memang betul untuk sementara daripada stress. Jadi surat sakti yang dibawa-bawa pak Yunan tidak berlaku deh.

Tangan pak Agus yang lebam Pak Agus dan istri

Saya sempat bertanya sama misi atau perawat senior disana kenapa pak Agus kok ditempatkan disini? Khan pak Agus pensyarah UTM? Jawabnya,

“ Keadaan pak Agus tidak stabil, jadi dia ditempatkan disini, kalau di bilik yang seharusnya tidak ada dokter, sedangkan di sini ramai, jadi kalau ada apa-apa perlu tenaga dokter akan cepat di tangani.”

Saya dan Afifah “O…O!” tetapi dalam hati kok bisa? Aneh deh, Tapi tak apa lah.

Sekarang pak Agus sudah pulang, yang sabar ya pak! Mudah-mudahan cepat sembuh. Insya Allah pelayanan istri tercinta salah satu obat mujarab buat bapak, apalagi bu Agus pun jago masak, dengan masakan bu Agus bapak bisa cepat pulih. Kami berdoa selalu untuk kesembuhan bapak! Kalau ada apa-apa, jangan segan memberitahu kami ya, Insya Allah kami siap membantu semampu kami, minimal penambah semangat dan penceria suasana. Seperti kemarin di rumah sakit kami banyak tertawa karena pak Yunan kocak buanget dengan cerita-ceritanya. 

Pengalaman saya lain lagi. Waktu mau melahirkan Fahima 2 tahun yang lalu, saya datang ke rumah sakit Kulai, negeri juga. Memang kehabisan tempat tidur, tidak ada tempat sama sekali. Yang kosong malah ruang VIP. Satu kamar di tengah-tengah dan berAC lagi. Akhirnya saya yang harus di kelas satu dapat deh tidur nyaman di ruang VIP. Besoknya ada yang harus masuk dan saya pun terusirlah, malah ke kelas 3 karena di kelas itu yang sekarang kosong. Semua pelayanan tetap sama, yang membedakan saya dengan mereka, makanan! Menu sama tetapi tempatnya berbeda, mereka piring stainless steel,  saya piring porselin, itu saja.